Berita Banjarmasin

Dewan Kalsel Ingin Pemerintah Lebih Fokus Pada Aspek Pencegahan Karhutla

Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda beberapa Provinsi di Kalimantan termasuk di Kalsel masih terjadi.

Dewan Kalsel Ingin Pemerintah Lebih Fokus Pada Aspek Pencegahan Karhutla
Banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Rizki Niraz Anggraini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda beberapa Provinsi di Kalimantan termasuk di Kalsel masih terjadi.

Kiriman kabut asap dari titik-titik kebakaran atau titik-titik panas sudah tiba dan selimuti beberapa Kabupaten/Kota di Kalsel termasuk Kota Banjarmasin beberapa hari belakangan.

Merasakan sendiri akibat dari kabut asap yang menyesakkan napas, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rizki Niraz Anggraini angkat bicara.

Memiliki latar belakang pendidikan mendalam soal pencegahan krisis, Rizki menyarankan Pemerintah Daerah untuk tak hanya fokus pada penanggulangan saat bencana sudah terjadi, tapi lebih fokus pada aspek pencegahan.

Baca: Kebakaran Hutan Ancam Keselamatan Beruang dan Bekantan di Kabupaten Banjar

Baca: FAKTA Keluarga Si Pemenggal Kepala dari Limpasu HST, Kakak Dibunuh saat Tidur dan Adik Gantung Diri

Baca: Misteri Pemilik Jet Pribadi Syahrini Terungkap Pasca Postingan Maia Estianty & Komentar Sandra Dewi?

Ia akui tak dipungkiri faktor pembakaran lahan untuk membuka lahan pertanian yang sudah membudaya kemungkinan masih menjadi salah satu faktor penyebab luasnya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi berulang-ulang.

Karena itu dinilainya, pemberian pemahaman kepada masyarakat sebatas sosialisasi atau pengarahan belum cukup untuk cegah pembakaran lahan terulang.

Namun dialog dan komunikasi dua arah untuk mengetahui secara pasti dan mengerti apa yang diinginkan masyarakat agar tak lagi melakukan pembakaran adalah hal paling masuk akan untuk dilakukan.

Pelibatan dan pendayagunaan masyarakat dengan memberikan kemampuan untuk ikut mencegah kebakaran hutan juga dinilai Rizki patut dilakukan.

"Karena masyarakat ini menjadi pihak paling pertama yang merasakan akibat kebakaran dan bisa bertindak ikut lakukan pencegahan maupun penanggulangan. Jadi gunakan metode bottom up untuk pecahkan masalah ini," terangnya.

Ia juga yakin potensi biaya yang dikeluarkan Pemerintah untuk lakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan cukup besar setiap tahunnya.

Walau belum dipastikan akan duduk di Komisi berapa di DPRD Provinsi Kalsel dan belum efektif lakukan fungsi tugas DPRD sebagai penyusun anggaran, namun Rizki inginkan nantinya anggaran untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan bisa lebih besar dibanding anggaran untuk penanggulangan.

"Pemerintah saat ini sudah miliki langkah-langkah yang diambil, namun kedepan kami ingin pemerintah lebih fokus ke aspek pencegahan terlebih dahulu," kata Rizki. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved