Berita Kalbar

Gara-gara Karhutla, Gubernur Kalbar Larang 4 Bupati ke Luar Daerah, Rumah Sakit Nyaris Terbakar

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menginstruksikan kepada empat bupati untuk tidak ke luar Kalbar.

Gara-gara Karhutla, Gubernur Kalbar Larang 4 Bupati ke Luar Daerah, Rumah Sakit Nyaris Terbakar
ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSA
Warga berjalan di kompleks Bandara Supadio yang diselimuti kabut asap di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (15/9/2019). Plt Kadiv Operasional Bandara Internasional Supadio Pontianak Andry Felanie menyatakan bahwa pada Minggu (15/9/2019) terdapat 19 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan yang dibatalkan karena jarak pandang di landasan Bandara Supadio mengalami penurunan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah setempat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menginstruksikan kepada empat bupati untuk tidak ke luar Kalbar.

Empat kepala daerah tersebut adalah yakni Bupati Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Sintang dan Kubu Raya.

"Saya sudah instruksikan kepada empat bupati, sementara ini tidak boleh keluar Kalbar," kata Midji, Rabu (18/9/2019).

Larangan tersebut disampaikan karena di keempat kabupaten itu terdapat titik api terbanyak dibanding daerah lainnya di Kalbar.

Bahkan, rumah sakit di Kayong Utara, nyaris terbakar disebabkan rembetan karhutla.

Baca: SKOR 0-1! BERLANGSUNG! Live Streaming Borneo FC vs Madura United di Indosiar Liga 1 2019

Baca: Hubungan Barbie Kumalasari & Galih Ginanjar Berakhir? Seteru Nikita Mirzani Sebut Galih Mantan Suami

Baca: Kemungkinan Verrell Bramasta & Febby Rastanty Susul Ammar Zoni & Irish Bella Diungkap Sosok Ini

"Yang paling banyak di Ketapang, hampir 100 titik api. Karhutla ini tidak bisa main-main harus diseriusi. Saya berharap dari hulunya dulu diselsaikan baru hilirnya," ucapnya.

Midji menilai, penanganan kebakaran hutan dan lahan sudah dilakukan maksimal. Baik berupa pemadaman di wilayah darat maupun melalui udara. Namun hasilnya belum maksimal.

Sudah saatnya seluruh masyarakat Kalbar berdoa kepada Tuhan untuk meminta diturunkan hujan.

Karena dinilai, hanya hujan yang dapat menghentikan karhutla dengan efektif.

Sebelumnya, dampak karhutla yang menyebabkan terjadinya kabut asap telah menyentuh semua lini masyarakat.

Selain Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak sempat lumpuh, ribuan warga juga tercatat menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Karhutla di Kalimantan Barat masih saja terus terjadi. Berdasarkan situs Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Rabu (18/9/2019), masih terpantau sebanyak 354 titik panas di Kalbar.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved