Berita HST

Kabut Asap Dianggap Tak Membahayakan, Bupati HST Belum Berlakukan Libur Sekolah

Kasus sesak nafas yang menimpa beberapa siswa masih belum dianggap darurat oleh Bupati Hulu Sungai Tengah, A Chairansyah.

Kabut Asap Dianggap Tak Membahayakan, Bupati HST Belum Berlakukan Libur Sekolah
Banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Kabut asap di Kota Barabai, HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Kasus sesak nafas yang menimpa beberapa siswa masih belum dianggap darurat oleh Bupati Hulu Sungai Tengah, A Chairansyah.

Chairansyah, membenarkan jika ada kasus siswa mengalami sesak nafas karena kabut asap. Meski demikian, imbauan atau edaran untuk meliburkan sekolah karena kabut asap belum dilakukan.

“Menang ada kasus tapi tidak signifikan. Kami berharap dalam beberapa hari ke depan kabut asap dapat berkurang,” harapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu(18/9/2019).

Ia juga berharap dengan adanya kasus sesak nafas pada siswa dapat membuat pelaku pembakaran mengurangi pembakaran hutan dan lahan.

Baca: 4 Bocah SIT Al Khair Sesak Nafas & Kejang-kejang Terhirup Kabut Asap, Sekolah Dipulangkan Lebih Awal

Baca: Misteri Pemilik Jet Pribadi Syahrini Terungkap Pasca Postingan Maia Estianty & Komentar Sandra Dewi?

Baca: Skor 6-1! Hasil Timnas U-16 Indonesia vs Mariana Utara di Babak Pertama Live RCTI, Ini Cuplikan Gol

“Ada sembilan titik pos yang memantau api,” katanya.

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk angka ISPA dari 19 Puskesmas tercatat ada 2.149 kasus.

Angka ini mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya yang hanya 1.646 kasus. Meski demikian, angka ini bukan angka ISPA tertinggi dari tahun 2019. Pasalnya, angka ISPA tertinggi justru terjadi pada bulan April Februari yang mencapai 2.249 kasus.

Rincian kasus ISPA dari Januari hingga Agustus yakni, Januari 1.759, Februari 2.249, Maret 1.684, April 2.202 kasus, Mei 1.875 kasus, Juni 1.506, Juli 1.646, Agustus 2.149 kasus.

Berbeda dari kasus ISPA yang angkanya mencapai ribuan. Kasus diare di Kabupaten Hulu Sungai Tengah justru mengalami peningkatan saat musim kemarau seperti sekarang. Buktinya, dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kasus diare meningkat hingga 431 kasus pada bulan Juli. Sedangkan pada bulan sebelumnya atau bulan Juni hanya 173 kasus saja.

Meski mengalami kenaikan jumlah penderita diare, pada bulan Agustus angka diare turun 41 kasus menjadi 390 kasus saja.

Rincian kasus diare dari Januari hingga Agustus yakni, Januari 210, Februari 232, Maret 197, April 235, Mei 222, Juni 173, Juli 431, dan Agustus 390 kasus. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved