Berita Kabupaten Banjar

Kebakaran Hutan Ancam Keselamatan Beruang dan Bekantan di Kabupaten Banjar

Kemarau dan kebakaran hutan serta lahan menimbulkan rasa kekhawatiran akan keamanan satwa liar di Kabupaten Banjar

Kebakaran Hutan Ancam Keselamatan Beruang dan Bekantan di Kabupaten Banjar
nia kurniawan
Beruang Madu di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Jalan P Hidayatullah Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kemarau dan kebakaran hutan serta lahan menimbulkan rasa kekhawatiran akan keamanan satwa liar di Kabupaten Banjar, khususnya yang berada di kawasan Tahura Sultan Adam. Keberadaan beruang pun terancam.

"Jenis satwa Bekantan, beruang dan burung, di Kabupaten Banjar kawasan Tahura Sultan Adam," ucap Kepala BKSDA Kalsel Mahrus, Rabu (18/9).

Polhut BKSDA Kalsel Hafizh Muhardiansyah menambahkan untuk di kabupaten banjar ya g jadi ancaman karhutla satwa penting adalah tiga jenis satwa itu, beruang, burung dan bekantan.

Dia mengatakan lahan dan hutan yang terbakar otomatis dapat menjadikan ketiga satwa itu korbannya. "Dilain sisi satwa tersebut bisa juga menimbulkan konflik dengan manusia, karena menyelamatkan diri sehingga lari ke pemukiman masyarakat mencari makan dan sumber air untuk brtahan hidup," katanya.

Baca: FAKTA Keluarga Si Pemenggal Kepala dari Limpasu HST, Kakak Dibunuh saat Tidur dan Adik Gantung Diri

Baca: Pernah Dekat Dengan Roger Danuarta, Asty Ananta Sedih Soal Statusnya Dengan Suami Cut Meyriska

Baca: Komentar Menohok Tiga Setia Gara Soal Salah Paham dengan Nikita Mirzani Pasca Viral di Medsos

Hafizh menambahkan tahun 2015 terjadi karhutla bnyak satwa yang ikut terbakar, di kalsel seperti bekantan, burung kicau, monyet ekor panjang dan beruang, ular python, kura-kura dan lainnya. Kemudian dikalteng jenis orangutan, ular dan lain-lain.

"Untuk di tahura jenis burung dan beruang, namun disekitar wilayah kabupaten banjar bekantan (hutan lindung dekat sambang lihum). Ada di daerah karang intan dan sekitarnya untuk beruang,," kata dia.

Kepala Tahura Sultan Adam, Rahmad Riansyah menanyakan pihaknya tiap hari ada memadamkan api. " Iya mas, tiap hari kami memadamkan," katanya.

Ancaman kebakaran di kawasan Tahura Sultan Adam, sejumlah strategi pun disiapkan. Dari larangan api unggun bagi pengunjung yang camping sampai aturan jadwal penutupan areal mandiangin.

"Kami sementara menutup areal mandiangin pada sore sampai pagi, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, kecuali jumat malam dan sabtu malam karena pada malam itu kekuatan kami full menjaga mandiangin. tetapi sementara musim kemarau kami tidak mengizinkan pengunjung yang camping membuat api unggun," ucap Kepala Tahura Sultan Adam.

Dia mengatakan aturan itu setidaknya diberlakukan sampai awal oktober atau sampai awal musim hujan. Selain itu dia menyampaikan sekarang punya stategi dalam pembagian kekuatan, Tahura sultan adam membagi 8 regu, masing-masing Resort Pengelolaan Hutan (RPH) memiliki 1 regu beranggotakan 6 - 8 orang dalkarhut dengan di koordinir kepala RPH dengan di back up Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat (Tahura Sultan Adam punya 3 RPH/RPH Sei Luar, RPH Rantau Bujur dan RPH Tanjung serta 12 MPA yang berkekuatan 15-20 org/MPA).

Juga memiliki 5 Regu pemukul yang beranggotakan 10 orang, dmana 2 regu diantaranya dilengkapi mobil bermuatan tanki air serta ditunjang 6 pemantau api yang mengerti tiap jengkal lokasi di Tahura Sultan Adam.

setiap hari regu di RPH melakukan patroli dan pendekatan kepada warga untuk menjaga lingkungan serta menghindari penggunaan api dalam mengolah lahan.

*Kami juga bikin jadwal piket di mandiangin 6-10 orang selama 24 jam diluar dari regu dalkar. Pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan. Kami juga mengirim imbauan berupa surat kepada pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dan UPT kemenLHK agar berperan serta aktif dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah tahura SA dengan membentuk regu dalkar yang dibekali keahlian dan sapras yang memadai sehingga akan kami panggil jika keadaan mendesak," bebernya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved