Berita Kalteng

Kebakaran Lahan Ancam Penghuni Hutan Kalteng, 31 Orangutan Terjangkit ini

Kebakaran lahan masih terjadi di Kalimantan Tengah yang memunculkan kabut asap menyelimuti Bumi Tambun Bungai.

Kebakaran Lahan Ancam Penghuni Hutan Kalteng, 31 Orangutan Terjangkit ini
Yayasan BOSF
Orangutan di Pusat Rehabilitasi dan Reintroduksi Yayasan BOS Nyarumenteng Palangkaraya, sebagian terkena infeksi saluran pernafasan dampak asap kebakaran lahan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kebakaran lahan masih terjadi di Kalimantan Tengah yang memunculkan kabut asap menyelimuti Bumi Tambun Bungai.

Informasi dari Yayasan Borneo Orangngutan Survival (BOSF), kebakaran lahan juga berdampak pada 31 orangutan muda yang ditengarai terjangkit infeksi saluran pernafasan ringan, sehingga tim medis di Nyaru Menteng dengan sigap memberikan pengobatan menggunakan nebulizer, jus bawang bombay, multivitamin, dan bagi orangutan yang dianggap infeksinya parah, diberikan antibiotik.

Yayasan BOS bersama para pemangku kepentingan terus bekerja keras menyelamatkan dan merehabilitasi orangutan Kalimantan dan habitatnya.

Kebakaran hutan dan lahan yang masif terjadi di Kalimantan Tengah, berpotensi besar mengganggu tidak hanya kesehatan masyarakat sekitar, namun juga kegiatan operasional pelestarian orangutan dan habitatnya.

Baca: Berbaju Seksi, Ayu Ting Ting Rangkul Cowok, Tangan si Pria ke Area Tubuh Teman Ivan Gunawan Disorot

Baca: Jawaban Tersirat Erin Taulany Soal Isu Gugat Cerai Andre Taulany, Lakukan Ini di Ultah Teman Sule

Baca: Terang-terangan! Teuku Rassya Nembak Aurel Hermansyah, Ini Jawaban Putri Sambung Ashanty

CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite, mengatakan, sampai saat ini, total sekitar 80 hektare hutan gambut di wilayah kerja BOSF diterjang api.

Duapuluh hektare di daerah Sei Daha, dekat Pusat Penelitian Tuanan, dan 60 hektare di Sei Mantangai, keduanya di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, semua terbakar.

"Namun tim kami di Program Konservasi Mawas bekerja sama dengan masyarakat sekitar dan tim di Pusat Penelitian Tuanan memadamkan api dan mengisolasi lokasi kebakaran. Kejadian ini tidak mengendurkan semangat kami untuk terus bekerja demi menyelamatkan orangutan Kalimantan dan habitatnya," ujarnya.

Jamartin mengungkapkan, pihaknya belum melakukan penyelamatan atau evakuasi orangutan yang terancam kebakaran hutan dan lahan.

Dalam mencegah dampak buruk terhadap orangutan yang tengah menjalani proses rehabilitasi, tim medis memberikan susu dan multivitamin bagi semua orangutan.

Kegiatan luar ruang para orangutan muda di Sekolah Hutan juga dibatasi hanya sampai setengah hari.

Sementara bagi orangutan dewasa yang berada di dalam kompleks kandang, tim teknisi secara teratur melakukan penyemprotan untuk menjaga suhu kandang tetap sejuk.

Api kebakaran lahan, nyaris mesuk areal Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, pekan pertama bulan Agustus lalu.

Tim pemadam kebakaran BOSF berjibaku melawan api yang mendekat kawasan rehabilitasi orangutan, karena jarak lokasi kebakaran sekitar 300 meter dari batas Nyaru Menteng.

"Petugas kami bekerja keras selama sekitar 4 jam bersama sejumlah pihak lain, untuk memadamkan api hingga berhasil memadamkan si Jago Merah tersebut," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahnan

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved