Berita Tabalong

Kualitas Udara di Tabalong Aman, Dinas LH Imbau Warga Tetap Kenakan Masker Saat Kabut Asap

Hasil pengujian kualitas udara di Tabalong menunjukan masih aman. Meski begitu, warga tetap diimbau mengenakan masker

Kualitas Udara di Tabalong Aman, Dinas LH Imbau Warga Tetap Kenakan Masker Saat Kabut Asap
istimewa
Pengujian kualitas udara di Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO ID, TANJUNG - Belum lama ini Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengambilan sample untuk mengetahui kualitas udara di Kabupaten Tabalong menyusul kebakaran lahan yang semakin meluas.

Hasil dari pengukuran memang melegakan karena dari tiga titik yang diambil samplenya menyatakan bahwa udara di Tabalong masih tergolong aman.

Pengukuran kualitas udara dilakukan dua hari, dimulai dari hari sabtu, tanggal 14 sampai dengan hari minggu tanggal 15 September 2019, ada tiga titik yang menjadi lokasi pengukuran, yaitu di Areal Perkantoran Kodim 1008 Tanjung, kemudian lokasi kedua di Wilayah Tanjung Selatan yaitu depan SMAN 2 Tanjung dan lokasi ketiga di Halaman Kantor DPRD Tabalong Jalan Ahmad Yani Kelurahan Mabuun Kecamatan Murung Pudak.

“ Hasil dari pengukuran masih memenuhi baku mutu sesuai peraturan Gubernur no 53 tahun 2007 tentang baku mutu udara ambien dan tingkat kebisingan, sehingga dapat dikatakan udara di Tabalong masih aman. ” Kata Rowi Rawatianice.

Baca: NEWSVIDEO : Jebol Irigasi Untuk atasi Kebakaran Lahan di Kalimantan Selatan

Baca: Sudah Padam, Lahan Gambut di Desa Teluk Masjid Balangan Kembali Terbakar

Baca: Dapat Tambahan Kuota, Pengembang di Kalsel Semangat Salurkan KPR

Baca: Masuk Program Repatriasi Kemendikbud di Tanjung, Ini Reaksi Anak TKI Dari Sabah Malaysia Ini

Kepala DLH Tabalong menjelaskan dari hasil pengukuran di tiga lokasi diatas, Konsentrasi Sulfur dioksida (SOx) berkisar antara 19,2 – 119 mikrogram per Namo meter kubik, masih berada dibawah batas aman yang telah ditetapkan 900 mikrogram per Namo meter kubik.

Begitu juga konsentrasi Nitrogen dioksida (NOx) di tiga lokasi pengukuran berkisar antara 87 – 108 mikrogram per Namo meter kubik, masih berada di bawah batas aman 200 mikrogram per Namo meter kubik.

“ Metode pengukuran yang digunakan adalah metode sesaat ( 1 jam ) terhadap parameter SO2 dan NO2 dengan menggunakan alat Integrated Ambient Air Quality untuk mengetahui tingkat polusi kabut asap akibat Kebakaran Lahan.” Pungkasnya.

Baca: Ekspor Daun Gelinggang ke Jepang Capai 115,6 Ton, Kepala Badan Karantina Pertanian Harapkan Ini

Baca: Head to Head, Prediksi & Live Streaming Timnas U-16 Indonesia vs Mariana di Kualifikasi Piala Asia

Meski demikian pihaknya tetap mebgimbau kepada warga untuk menggunakan masker saat kabut, dan mengurangi aktifitas diluar rumah saat terjadi kabut. Kualitas udara memang bisa berubah ubah karenanya perlu adanya pencegahan agar tidak terkena penyakit pernafasan.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved