Berita Banjarmasin

Pelaku UMKM Banjarbaru Ini Dapat Sertifikat Halal Gratis, Proses Sertifikasi Sekitar 2 Pekan

Pemerintah telah mengatur regulasi kewajiban sertifikasi halal bagi produk industri makanan dan minuman (mamin) pada 17 Oktober 2019 mendatang.

Pelaku UMKM Banjarbaru Ini Dapat Sertifikat Halal Gratis, Proses Sertifikasi Sekitar 2 Pekan
net
Ilustrasi sertifikat halal MUI

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah telah mengatur regulasi kewajiban sertifikasi halal bagi produk industri makanan dan minuman (mamin) pada 17 Oktober 2019 mendatang.

Jauh sebelum regulasi disahkan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kota Banjarbaru, Saptarini telah memproses produknya yang kini sudah berlabel halal.

"Sebenarnya produk kuliner saya akan diproses sertifikat halalnya pada 2020 nanti, karena ada yang mengundurkan diri jadi saya diminta mengisi slot tersebut. Alhasil sebelum bulan Ramadan 1440 Hijriyah atau Ramadan tahun ini produk tela-tela dan keripik singkong saya sudah bersertifikat halal," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (18/9/2019).

Baca: Warga Tangkap Anak Jin, Ketahuan saat Mencuri Uang Pedagang di Banjarmasin Selatan

Baca: Tak Live SCTV! Cara Live Streaming Atletico Madrid vs Juventus di Liga Champions via Vidio.com

Baca: Amarah Mantan Istri Galih Ginanjar, Fairuz A Rafiq Terungkap, Sindir Pedas Barbie Kumalasari?

Diakuinya sertifikat halal yang telah didapatkan sama sekali tidak dikenakan biaya. Hal ini karena ada program bantuan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kalsel mengcover semua biaya bagi pelaku UMKM. Tidak semua pengusaha mendapatkan secara cuma-cuma, Saptarini mengaku sangat beruntung dan bersyukur bisa terpilih mendapatkan label halal.

Proses sertifikasi diakuinya kurang dari satu bulan. Mulai dari kelengkapan berkas PRT, KTP dan legalitas usaha lainnya. Sehingga sekitar dua pekan sertifikat halal sudah diraihnya. Jangka waktu proses tersebut relatif berbeda satu dan lainnya tergantung cepat atau tidaknya penyelesaian pengumpulan berkas legalitas.

"Per enam bulan sekali saya harus bikin laporan tentang produk. Sertifikat halal harus diperpanjang setiap dua tahun sekali dan pada tahap perpanjangan ini sudah dikenakan biaya," kata dia.

Biaya pengajuan dan perpanjangan berbeda-beda tergantunh jenis usaha kulinernya. Pengajuan dibanderol kisaran Rp 4 juta dan perpanjangan ditarif Rp 2 jutaan.

Produk kuliner tela-tela miliknya dijual seharga Rp 6.000-8.000 per 200 gram, dan keripik singkong dijual seharga Rp 5.000 per 100 gram.

Dari hasil usahanya tersebut dia mendapatkan omzet per bulan sekitar Rp 5 juta. Selain di wilayah Kalsel, Saptarini juga memasarkan produknya ke seluruh Indonesia.

Pelaku UMKM lainnya, yakni Fransisca Oedi atau dikenal Bu Anton pada produknya berupa abon dan sambal goreng ikan asin juga sudah mendapatkan sertifikat halal.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved