Kriminalitas HST

Pemenggal Kepala Bocah di Limpasu HST Dibawa ke Sambang Lihum, Begini Keadaannya Pasca Diamankan

Tersangka pembunuhan di Desa Limpasu Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad (35) yang saat ini berada di Mako Polres HST

Pemenggal Kepala Bocah di Limpasu HST Dibawa ke Sambang Lihum, Begini Keadaannya Pasca Diamankan
Reskrim Polres HST
Tersangka Ahmad 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Tersangka pembunuhan di Desa Limpasu Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad (35) yang saat ini berada di Mako Polres Hulu Sungai Tengah, rencananya pada Kamis (19/9/2019) bakal dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Gambut, Kabupaten Banjar.

Ahmad diduga masih mengalami gangguan kejiwaan. Sehingga, perlu penanganan ahli kejiwaan yang ada di sana.
Apalagi, berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian didapatkan data perawatan Ahmad dari RSJ Sambang Lihum pada Januari 2018 silam. Ia bahkan dirawat selama enam bulan.

Kasat Reserse Kriminal Polres Hulu Sungai Tengah, Iptu Sandi, rencananya Ahmad akan diobservasi selama 15 hari sebelum diputuskan tindakan selanjutnya.

Baca: SESAAT LAGI! Link Live Streaming Persib Bandung vs Semen Padang Liga 1 2019, Cek TV Online Indosiar

Baca: Jawaban Syahrini Saat Dituding Tak Simpati Bencana Kabut Asap Pasca Aksi Makan Istri Reino Barack

Baca: TERUNGKAP! Ada 2 Sebab Kebakaran Hutan Tahun Ini Selain Cuaca, Akibatnya Luar Biasa Parah

Jika dokter di sana merekomendasikan Ahmad untuk dirawat, maka Ahmad akan dirawat. membeberkan berdasarkan data perawatan Ahmad yang didapat pihaknya saat olah TKP, seharusnya Ahmad mendapatkan perawatan rutin setiap dua bulan sekali. Namun, hingga September 2019 tidak ada pemeriksaan rutin hingga membuat Ahmad putus obat.

Dibeberkannya, saat diperiksa, Ahmad juga masih tidak memberikan keterangan. Bahkan, Ahmad lebih memilih bungkam pasca membunuh.

Padahal yang dibunuhnya merupakan cucu dari saudara kandungnya sendiri. Nahas, hubungan kekeluargaan tersebut harus ternoda karena kasus pembunuhan.

Rumah Rusdiana Ramadhan (10) siswa kelas IV SD tersebut tepat berada di depat rumah Ahmad. Rusdiana bermain dan belajar di pekarangan rumah Ahmad, karena rumah Rusdiana tak memiliki pekarangan.

“Keluarganya juga tidak dapat kami mencari. Ibunya yang satu rumah dengannya juga tidak ada. Memang kondisi ekomoni tersangka memang tidak bagus. Apalagi rumah yang ditempatinya merupakan rumah program bedah rumah swadaya masyarakat,” katanya di ruang kerja Kapolres Hulu Sungai Tengah, Rabu (18/9/2019),

Ia masih berharap agar ada keluarga Ahmad yang bisa datang ke Polres dan berkomunikasi dengabn Ahmad. Apalagi, hingga saat ini Ahmad menolak untuk makan dan berbicara.

“Yang jelas, setelah ini akan kami bawa dulu. Jika memang terbukti gila maka sesuai pasal 44 ayat 1 maka tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Nanti kami akan berkoordinasi dengan kejaksaan dengan mempertimbangkan surat rekomendasi dokter,” jelasnya

Sebelumnya, pembunuhan menimpa bocah berusia 10 tahun bernama Rusdiana Ramadhan warga Desa Limpasu Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Selasa (17/9/2019).

Tersangkanya, tak lain adalah tetangga korban Ahmad. Rusdiana Ramadhan (9) tewas dengan kondisi kepala terpisah dengan badan. Ia justru tewas di tangah Ahmad (35), yang juga berdomisili tak jauh dari rumahnya di Desa Limpasu Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai dan merupakan paman dari orangtuanya.

Kasus pembunuhan yang terjadi pada Rusdiana Ramadhan bermula dari belajar bersama dengan saudara dan temannya. Rusdiana saat itu sedang bermain sambil belajar bersama dengan Khusnul Khotimah (8) dan adiknya yang bernama Khotimah (6) di pekarangan rumah tersangka Ahmad. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved