Kriminalitas HST

Penggal Kepala Bocah di HST Bukan Pembunuhan Pertama yang Dilakukan Ahmad, Ini Korban Sebelumnya

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Ahmad (35) kepada Rusdiana Ramadhan (10) dengan menebas kepala hingga putus kemungkinan besar tak bisa diproses

Penggal Kepala Bocah di HST Bukan Pembunuhan Pertama yang Dilakukan Ahmad, Ini Korban Sebelumnya
Intel Kodim untuk Banjarmasinpost.co.id
Korban bersimbah darah di pekarangan rumah Ahmad 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI – Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Ahmad (35) kepada Rusdiana Ramadhan (10) dengan menebas kepala hingga putus kemungkinan besar tak bisa diproses lebih lanjut.

Mengingat riwayat Ahmad yang mengalami gangguan jiwa. Apalagi, kasus Ahmad membunuh bukan kali pertama dilakukannya.

Pasalnya, beberapa tahun lalu. Ahmad juga pernah membunuh kakak kandungnya yang sedang tidur.

Saat itu, Ahmad memukul kakak kandungnya menggunakan kayu ulin. Sehingga membuat sang kakak meninggal seketika. Kasus tersebut juga tak bisa diproses. Mengingat Ahmad melakukannya karena mengalami gangguan jiwa.

Baca: Pemenggal Kepala Bocah di Limpasu HST Dibawa ke Sambang Lihum, Begini Keadaannya Pasca Diamankan

Baca: Polah Gemas Gempita ke Gading Marten Curi Perhatian, Anak Gisella Anastasia Disorot Stephanie Poetri

Baca: Jawaban Syahrini Saat Dituding Tak Simpati Bencana Kabut Asap Pasca Aksi Makan Istri Reino Barack

Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah bukan kali pertama. Di Birayang, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh ODGJ pernah dilakukan oleh warga Birayang sehingga menghilangkan nyawa orang lain.

Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sabana Atmojo, mengatakan jika warga Hulu Sungai Tengah harus lebih waspada terhadap penderita gangguan jiwa.

Tersangka Ahmad
Tersangka Ahmad (Reskrim Polres HST)

Apalagi, jika berpotensi mengancam nyawa orang lain. “Kasusnya bukan pertama kali. Jadi penderita gangguan jiwa ini harusnya terdata agar kita semua lebih waspada,” katanya di ruang kerjanya, Rabu (18/9/2019).

Ia berharap agar kasus serupa tak terjadi lagi. Apalagi, tersangka tidak dapat diminta pertanggungjawabannya karena persoalan kejiwaan. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved