Berita Banjarmasin

Perjuangan Echa Melawan Sindrom Putri Tidur, Dia Sudah Jago Main Keyboard dan Gitar

Di tengah kelainannya, Echa 'si Putri Tidur' tetap semangat sekolah. Siswi kelas tiga sekolah menengah pertama itu tengah merajut cita-cita.

Perjuangan Echa Melawan Sindrom Putri Tidur, Dia Sudah Jago Main Keyboard dan Gitar
capture/banjarmasin post video.com
Echa si Putri Tidur kini mahir memainkan gitar dan keyboard 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih ingat dengan Siti Raisa Miranda, alias Echa si Putri Tidur? Remaja ini pernah viral pada 2017 lantaran mengidap sindrom putri tidur. Kendati masih kerap tertidur dalam waktu lama, Echa –panggilan akrabnya– tak lagi jadi bahan pembicaraan.

Di tengah kelainannya, Echa tetap semangat sekolah. Siswi kelas tiga sekolah menengah pertama itu tengah merajut cita-cita. Echa bahkan memiliki impian yang mungkin tidak banyak diinginkan perempuan seusianya yakni menjadi tentara atau anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). “Iya, cita-cita saya ingin menjadi tentara ketika dewasa nanti,” ungkapnya.

Meski mengidap sindrom putri tidur yang terkadang membuatnya terbaring selama tujuh hari dan tujuh malam di ranjang, Echa memiliki kesibukan yang cukup padat saat dalam kondisi normal. Dia mengikuti les musik untuk menyalurkan bakatnya. Ini dilakukannya sejak sekitar dua bulanan lalu, sekali dalam seminggu,

Darah seni itu, menurut Echa, merupakan warisan dari kakeknya. “ Kalau latihan musik saya biasanya bermain keyboard,” katanya.

Baca: Echa Putri Tidur Kehilangan Semangat Belajar, Ayahnya Datangi SMPN 15 Banjarmasin Minta Solusi

Baca: Ini Kabar Terkini Si Putri Tidur Asal Banjarmasin, Echa Tidak Lagi Bersekolah di SMP Negeri

Tidak hanya keyboard, memetik senar gitar pun Echa tidak kalah dengan anak lelaki seusianya. Beberapa lagu pop mampu dia mainkan bersama adik perempuannya.

Selain itu, dengan dekorasi ruang utama rumahnya yang dikelilingi kaca, Echa kerap berlatih menari demi mengisi kekosongan kegiatan. Namun bukan menari tradisional yang dilakukannya, melainkan tarian modern dari Korea Selatan atau K-Pop.

Echa juga kerap bermain futsal dengan teman-temannya.

Sang ibu, Lily, mengaku terus mendukung apapun bakat putrinya. Terlebih musik. “Echa memang suka banget dengan musik. Selain bermain keyboard, dia jago bermain gitar,” ungkap Lily bangga.

Musik juga menjadi media efektif bagi Echa untuk berjuang mengalahkan penyakitnya. Dia bisa lebih nyaman dan santai ketika didera pikiran. “Echa kan orangnya enggak bisa memendam sesuatu atau di bawah tekanan. Ketika ia stres, maka tidur menjadi imbasnya. Tapi dengan musik selain bisa menghiburnya, juga melepas segala beban pikirannya,” ungkap Lily.

Baca: NEWSVIDEO : Echa Si Putri Tidur Impikan Jadi Tentara

Baca: Dipindah dari SMPN 15 ke SMP Terbuka, Putri Tidur Tak Semangat Belajar

Ibu tiga anak itu menceritakan kelainan itu diidap anaknya sejak 2016. Ketika hendak menyeberang jalan, Echa disambar sebuah motor. Echa pun dibawa ke tukang urut. Meski hanya menderita lecet di kepala bagian belakang dan punggung, ada hal tak terduga dialaminya.

Echa kerap mengeluh nyeri pada kepala dan punggung. Dia juga kerap terlihat melamun hingga akhirnya tertidur. Namun tidur bukan tidur pada umumnya, melainkan tidur hingga tujuh hari tujuh malam.

Di tengah kelainan Echa, Lily tidak pernah menyerah mengusahakan kesembuhan anaknya. Dia melakukan berbagai upaya termasuk, membawa putri keduanya itu ke psikiater setiap sebulan sekali.

“Iya, harapan saya Echa bisa sembuh total nantinya. Hidup normal seperti perempuan lainnya, sehingga bisa mewujudkan cita-citanya,” ungkap Lily.

Tidak terkecuali dengan bakatnya di bidang musik, Lily berharap echa pun ke depan bisa melahirkan berbagai karya musik. (banjarmasinpost.co.id/abdul ghani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved