Berita Banjarbaru

Setelah Mendarat Darurat di Cempaka, Heli Diperbolehkan Beroperasi Lagi, Modifikasi Cuaca Dikabulkan

Setelah pemeriksaan selama beberapa hari, dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) helikopter water bombing yang mendarat

Setelah Mendarat Darurat di Cempaka, Heli Diperbolehkan Beroperasi Lagi, Modifikasi Cuaca Dikabulkan
banjarmasinpost.co.id/huda
Heli water bombing melakukan mendarat darurat di areal persawahan di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka Banjarbaru. Dari penjelasan dikarenakan alarm engine berbunyi sehingga pilot Heli memutuskan mendarat darurat, Jumat (13/9/2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah pemeriksaan selama beberapa hari, dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) helikopter water bombing yang mendarat di persawahan Kelurahan Sungai Tiung, Cempaka, Banjarbaru, Kamis (12/9) lalu sudah beroperasi.

Pengawas BNPB Kolonel Paskhas Mahfud, Rabu (18/9/2019) menyampaikan KNKT telah menyerahkan Helikopter Kamov tersebut kepada mereka selaku operator.

"KNKT menyerahkan heli ke kami, untuk bertugas lagi di sini, dan siap kembali operasional," katanya.

Dijelaskan Mahfud, hasil KNKT menunjukkan bahawa helikopter buatan Rusia itu hanya mengalami sedikit permasalahan di bagian mesin.

Baca: Setelah Ahmad Si Pemenggal Kepala Bocah di Limpasu, Tercatat Ada 20 Orang Gila di HST, Waspada!

Baca: BERLANGSUNG! Live Streaming Timnas U-16 Indonesia vs Mariana Utara di RCTI, Ini Susunan Pemain

Baca: BREAKING NEWS - Pipa Jebol, Distribusi Air PDAM di Banjarbaru dan Kabupaten banjar Terhenti

"Saat ini masih dilakukan perbaikan di bagian engine. Kalau sudah selesai, akan dibawa ke Bandara Syamsudin Noor. Selanjutnya heli akan melakukan test flight. Kemungkinan pada 21 September sudah bisa kembali bertugas," runutnya.

Segera kembali beroperasinya salah satu heli water bombing, disambut baik oleh BPBD Kalsel. Sebab, Kalsel sangat memerlukannya untuk menambah kekuatan memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang sulit dijangkau dari jalur darat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Sahruddin menyampaikan, tak beroperasinya satu heli water bombing sedikit mempengaruhi upaya mereka dalam memadamkan karhutla yang mengepung sejumlah daerah.

Lanjutnya, semenjak satu heli tidak bisa beroperasi, dia menuturkan hanya ada empat heli water bombing yang bisa digunakan memadamkan api. Serta, dua heli patroli untuk pemantauan.

"Semula heli selalu beroperasi setiap hari. Apalagi saat ini, di Banjarbaru setiap harinya selalu ada enam sampai 10 hotspot yang harus dipadamkan. Tentunya heli sangat diperlukan untuk dalam keadaan seperti saat ini," tuturnya.

Permintaan Hujan Buatan Dikabulkan

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved