Penghapusan 10 Cabor PON

Sudah Keluarkan Ratusan Juta, Ketua Pengprov Gabsi Kalsel Khawatirkan ini

Harap-harap cemas. Perasaan itulah yang menghantui sejumlah pelatih dan atlet Kalimantan Selatan yang akan bertarung di Pekan Olahraga Nasional (PON)

Sudah Keluarkan Ratusan Juta, Ketua Pengprov Gabsi Kalsel Khawatirkan ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (18/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harap-harap cemas. Perasaan itulah yang menghantui sejumlah pelatih dan atlet Kalimantan Selatan yang akan bertarung di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

Mereka khawatir cabang olahraga (cabor) yang diikuti masuk 10 cabor yang tidak dilombakan atau dipertandingkan.

Penghapusan cabor tersebut terkait pendanaan.

Meski belum diputuskan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, isu yang berkembang cabor yang bakal dihilangkan adalah balap motor, catur, bridge, gateball, woodball, dansa, selam, kriket, petanque dan ski air.

Baca: Terang-terangan! Teuku Rassya Nembak Aurel Hermansyah, Ini Jawaban Putri Sambung Ashanty

Baca: Jawaban Tersirat Erin Taulany Soal Isu Gugat Cerai Andre Taulany, Lakukan Ini di Ultah Teman Sule

Baca: Nama Roger Danuarta & Cut Meyriska Disebut-sebut Saat Rezky Aditya & Citra Kirana Kondangan Bareng

Isu ini membikin khawatir Ketua Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Pengprov Gabsi) Kalsel, Suripno Sumas.

“Padahal kami sudah total dalam melakukan persiapan,” ujarnya saat ditemui BPost.

Pengprov Gabsi Kalsel juga sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit.

"Ratusan juta rupiah sudah dikeluarkan untuk berbagai kegiatan persiapan, termasuk dana dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel. Kami tentu sangat khawatir," ujarnya.

Selain latihan rutin, Tim Cabor Bridge Kalsel rajin diberangkatkan mengikuti berbagai kejuaraan, baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Untuk matangkan persiapan, tim Gabsi Kalsel juga sudah siap untuk ikut berlaga dalam ajang Pra-PON Oktober mendatang,” ujarnya.

Oleh karena itu, Suripno berharap bridge tetap dipertandingkan di PON 2020 Papua.

”Bridge kan tidak hanya olahraga yang populer di lingkup nasional tapi juga sudah mendunia. Atlet-atlet bridge Kalsel pun pernah berpartisipasi di ajang-ajang internasional,” ujarnya.

Kendati belum ada kepastian, Suripno menyatakan pihaknya tak akan berkecil hati dan tetap melanjutkan persiapan.

"Kalau memang nantinya tidak dipertandingkan, apa yang bisa kami lakukan. Tapi bukan berarti kami akan patah semangat. Kami akan terus melakukan persiapan,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved