Berita Kotabaru

Waduk Kering, PDAM Kotabaru Akan Hentikan Distribusi Air Jumat ini

Hujan tak kunjung turun, Kabupaten Kotabaru kian kesulitan air karena rata-rata IPA milik PDAM Kotabaru sudah kering.

Waduk Kering, PDAM Kotabaru Akan Hentikan Distribusi Air  Jumat ini
humas PDAM Kotabaru
Humas PDAM Kotabaru Sarwani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Hujan tak kunjung turun, Kabupaten Kotabaru kian kesulitan air karena rata-rata IPA milik PDAM Kotabaru sudah kering.

Bahkan sekitar dua hari lagi, PDAM terpaksa berhenti untuk distribusi air bersih.

Waduk yang ada di Gunung Ulin tinggi airnya tersisa 55 cm hanya mampu bertahan hingga Rabu (18/9/19) sore.

Keringnya waduk Gunung Ulin berdampak pada 3 IPA yakni Gunung Relly, Gunung Perak dan Gunung Pemandangan yang hanya mampu bertahan hingga Jumat (20/9/19) nanti.

Masyarakat pun diharapkan untuk bersabar karena faktor cuaca yang saat ini melanda.

Hal itu diakui Humas PDAM Kotabaru, Sarwani.

Dia mengatakan kondisi kemarau saat ini sangat berdampak sekali bagi distribusi air.

Masa kemarau ini membuat pihaknya tak bisa berbuat banyak.

Baca: Lagi! Syahrini Tepergok Jiplak Gaya Luna Maya, Tas Mahal Istri Reino Barack Jadi Sorotan

Baca: Jadwal, Formasi & Info Seleksi Penerimaan CPNS 2019, Pendaftaran CPNS via Link sscasn.bkn.go.id?

Baca: Video Bebby Fey Jambak Rambut Atta Halilintar di Acara Pesbukers, Ngaku Ini pada Rosa Meldianti

Dia juga mengakui saat ini layanan yang bergantung pada Waduk Gunung Ulin, sebagian wilayah layanan terjauh juga sudah tak bisa terlayani.

Sebab, kondisi air bakunya yang sudah tidak memadai lagi.

"Sekarang masih distribusi air tapi tidak bisa maksimal lagi. Jadi tidak heran kalau sebagian wilayah layanan sudah tak menerima air bersih, misalnya saja di kawasan Flamboyan dan Perumnas. Cuma bagian depan yang teraliri dan bagian belakang sudah tak sampai lagi, " kata Sarwani.

Per Jumat pukul 00.00 wita nanti, air tidak bisa lagi dialirkan.

Sebab, waduk dan embung sudah tak bisa difungsikan lagi dan hanya berharap hujan akan turun dalam waktu dekat ini.

Sementara di Waduk Tirawan masih bisa, hanya saja diberlakukan distribusi 6 hari sekali.

"Jadi solusi PDAM Kotabaru, kami menyikapi distribusi air jangka pendeknya yakni dengan berkoordinasi dengan pemerintah dan BPBD, pak Sekda dan pak Bupati untuk pelaksanaan bantuan air gratis dari pemerintah," katanya.

Saat ini distribusi air melalui tangki milik BPBD dan PDAM sudah menjalankannya.

Sudah sekitar satu bulanan, air tangki didistribusikan ke masyarakat.

Meski tak bisa distribusi melalui pipa PDAM, maka yang bisa dilakukan distribusi air dengan tangki.

"Untuk bantuan air bersih ini dihandle langsung BPBD untuk memyalurkannya. Sehingga bisa tepat sasaran. Sementara itu langkah lain adalah mencari titik air bersama BPBD untuk terus didstribusikan sementara jangka panjangnya itu langsung dari Pemerintah, " ucap Sarwani.

Terpisah, Sekretris BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya, khawatir dengan keadaan tersebut.

Sebab perkiraan BMKG, musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang.

"Itu sesuai perkiraan BMKG, tapi kita tetap berharap akan hujan dalam waktu dekat ini, " katanya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved