Kriminalitas Internasional

30 Tahun Pembunuh Berantai Ini Beraksi, Polisi Baru Mengungkap Sertelah 10 Perempuan Jadi Korban

Kepolisian Korea Selatan dikabarkan telah membuat kemajuan dalam kasus "Pembunuhan Hwaseong" yang mengejutkan negara itu pada tahun 1980-an.

30 Tahun Pembunuh Berantai Ini Beraksi, Polisi Baru Mengungkap Sertelah 10 Perempuan Jadi Korban
www.mysuara.net
Ilustrasi Tahanan

BANJARMASINPOST.CO.ID, GYEONGGI - Kepolisian Korea Selatan dikabarkan telah membuat kemajuan dalam kasus "Pembunuhan Hwaseong" yang mengejutkan negara itu pada tahun 1980-an.

Kasus "Pembunuhan Hwaseong" adalah serangkaian pemerkosaan dan pembunuhan dengan korban 10 perempuan berusia antara 13 hingga 71 tahun yang terjadi antara 15 September 1986 hingga 3 April 1991 di pedesaan dekat Kota Hwaseong, Provinsi Gyeonggi.

Kasus pembunuhan berantai itu terjadi di desa-desa dengan penduduk yang jarang.

Sebagian besar korban ditemukan di lorong-lorong atau di sawah yang remang-remang. Diduga para korban diserang saat dalam perjalanan pulang.

Baca: Anang Hermansyah & Ashanty Liburan ke Afrika Selatan, Simak Tips Perjalanan Asyik di Benua Afrika

Baca: Keanehan Insta Story Nikita Mirzani Bikin Ivan Gunawan Sakit? Teman Ayu Ting Ting Dirawat di RS

Baca: KABUT ASAP MAKIN PARAH, Anak-anak & Manula Diungsikan Keluar Palangkaraya, Penderita Asma Tersiksa

Baca: Lagi Asik Lakukan Ini, Dua Pasangan Bukan Suami Isteri Terjaring di Kos-kosan Kota Banjarbaru

Setelah lebih dari 30 tahun, penyelidikan yang dilakukan akhirnya mengarah pada seorang tersangka pelaku serangkaian kasus pembunuhan dan pemerkosaan itu.

Dilansir Korea Herald, pejabat dari Kantor Kepolisian Provinsi Gyeonggi Nambu, pada Rabu (19/9/2019), mengatakan bahwa mereka telah mempersempit tersangka utama pelaku.

Pihak kepolisian mengungkapkan, DNA yang dikumpulkan dari pakaian para korban dalam kasus pembunuhan berantai itu cocok dengan satu orang tersebut.

Tersangka disebut merupakan seorang pria berusia 50-an yang saat ini sedang menjalani hukuman penjara karena kasus pemerkosaan dan pembunuhan lainnya.

Tak disebutkan berapa lama masa hukuman yang sedang dijalani terasngka saat ini dan kasus apa yang menjeratnya.

"Pada Juli tahun ini, kami mengirimkan sebagian bukti ke Badan Forensik Nasional (NFS), yang hasilnya menunjukkan bahwa DNA tersangka cocok dengan setidaknya dua dari 10 kasus," kata pejabat itu.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved