Kriminalitas Banjarmasin

BREAKING NEWS Siswa SMAN 4 Banjarmasin Tampar Wajah Guru, Gara-gara Ditegur agar Rapikan Seragam

Seorang siswa di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan perbuatan tidak terpuji kepada gurunya sendiri.

BREAKING NEWS Siswa SMAN 4 Banjarmasin Tampar Wajah Guru, Gara-gara Ditegur agar Rapikan Seragam
PIXABAY.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang siswa di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan perbuatan tidak terpuji kepada gurunya sendiri.

Hanya karena ditegur untuk merapikan baju seragamnya, siswa SMAN 4 Banjarmasin tersebut malah menampar sang guru.

"Awalnya ditegur, baju anak itu kan di luar, disuruh masukkan ke celana, mungkin karena emosi ditegur, anak itu spontan menampar," ujar kepala sekolah SMA Negeri 4 Banjarmasin, Tumiran, saat dihubungi, Kamis (19/9/2019).

Tumiran menuturkan, kejadian itu terjadi pada hari Jumat (13/9/2019) lalu. Saat itu, pelaku MR datang ke sekolah dengan baju di luar.

Baca: Jadwal Live MotoGP Aragon 2019 di Trans 7, Bos Yamaha Lengser Dampak Performa Rossi & Vinales?

Baca: BREAKING NEWS - Kebakaran Hanguskan Gudang Alat Berat di Km 94 Kabupaten Tapin

Baca: BREAKING NEWS Aliansi BEM Kalsel Tolak RUU KPK, Yang Terbakar Hutan, yang Dipadamkan KPK

Melihat hal tersebut, Aliansyah, guru yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan itu langsung menegur MR.

Rupanya, teguran tersebut tidak diterima MR sehingga ia melawan dan menampar wakil kepala sekolah yang menegurnya.

"Jumat lalu kejadiannya, ya namanya guru, kan sudah tugas guru sebagai orangtua di sekolah mengajarkan disiplin," tambah Tumiran.

Akibat kejadian ini, Aliansyah waktu itu langsung melakukan visum dan meminta pihak kepolisian dari Polsek Banjarmasin Barat, melakukan mediasi bersama MR dan orangtuanya.

Melalui mediasi, disepakati kasus tersebut tidak dilanjutkan secara hukum dan disarankan berdamai.

Namun, pihak sekolah memberikan sanksi kepada MR, dengan memindahkan MR ke sekolah lain atas persetujuan pihak sekolah dan orangtua MR disaksikan pihak kepolisian.

"Sudah dilakukan mediasi setelah kejadian itu, dan hari ini disepakati MR dipindahkan ke sekolah lain yang ia mau," lanjut Tumiran.

Atas kejadian ini pula, MR dan kedua orangtuanya sangat menyesal dan sudah meminta maaf kepada Aliansyah.

"Mereka juga sudah meminta maaf secara pribadi ke wakil kepala sekolah dan juga meminta maaf kepada seluruh guru-guru lainnya," ucap dia.

Tumiran berharap, ada sekolah yang mau menerima MR sebagai siswanya karena MR yang saat ini duduk di kelas 3 sebentar lagi menamatkan pendidikannya sebagai siswa SMA.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved