Berita Tanahbumbu

Kasus Dugaan Korupsi Dana Operasional Pengadaan BBM di Tanbu Jalan di Tempat, Ini Penyebabnya

Dugaan korupsi dana operasional pengadaan BBM di Pemkab Tanahbumbu hingga kini belum ada perkembangan. Penyidik masih menunggu hasil audit BPKP

Kasus Dugaan Korupsi Dana Operasional Pengadaan BBM di Tanbu Jalan di Tempat, Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/Herliansyah
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tanahbumbu, Haris 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Dua bulan setelah dinaikan ke penyidikan, kasus dugaan korupsi dana operasional pengadaan bahan bakar minyak (BBM) di salahsatu dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahbumbu belum ada perkembangan.

Belum adanya perkembangan penyidikan terkait kasus pengadaan BBM di satu kecamatan pada tahun 2017 dan 2018 ini, karena Audit BPKP yang dimohonkan Kejari Tanahbumbu Belum selesai.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanahbumbu Dede Sutisna melalui Kasi Pidsus Haris SH, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (19/9/2019) kepada banjarmasinpost.co.id membenarkan, pihaknya belum menerima hasil audit BPKP.

Haris beralasan belum keluarnya hasil audit dari BPKP, dimungkinkan karena banyaknya antrean permohonan audit yang masuk ke BPKP.

Baca: Titik Api Meningkat, Pemkab HSS Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla

Baca: Peringatan Ustadz Abdul Somad Saat Ditanya Soal The Santri, Film dari Putri Ustadz Yusuf Mansur

Baca: Apa Jadinya Bila Istri Juru Parkir Berselingkuh dengan Penjual Ikan, Cinta Segi 3 yang Berakhir Maut

Baca: Dukung Penanganan Karhutla, IOF Kalsel Serahkan Bantuan Satu Mobil Tangki

"Masih menunggu antrean. Karena bukan cuma kejaksaan Tanahbumbu, tapi (BPKP) juga melakukan audit seluruh kejaksaan di Kalimantan Selatan," terang Haris.

Meski demikian Haris menegaskan, pihaknya tetap meneruskan penyidikan kasus dugaan korupsi dana operasional pengadaaan BBM tersebut.

"Tetap (penyidikan) kami teruskan," ucapnya kepada wartawan.

Baca: Digerebek di Rumah di Sungai Pandan HSU, Pelaku Ini Kedapatan Simpan 15 Paket Sabu

Baca: Keterbatasan Armada, DLH Balangan Tak Bisa Ambil Sampah Tepat Waktu

Baca: Warga Kaget, Tukang Urut di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin Tiba-tiba Meregang Nyawa

Sebelumnya Haris pernah menyatakan, pihaknya menaikan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. Karena ada indikasi kerugian negara.

"Ya pernah (kerugian negara) disampaikan Kasi Intelijen," pungkas Haris sembari berharap hasil audit BPKP secepatnya keluar. (banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved