Berita Banjarmasin

Produksi Sawit Rakyat di Kalsel Anjlok, ULM Tawarkan Sistem Paludikultur

Produksi sawit rakyat di Kalsel cenderung turun yakni di bawah 10 ton per hektar per tahun tandan buah segar (TBS)nya.

Produksi Sawit Rakyat di Kalsel Anjlok, ULM Tawarkan Sistem Paludikultur
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Fokus Group Discution (FGD) model peremajaan kebun sawit rakyat dengan sistem paludikultur dalam rangka menjaga kesinambungan dan peningkatan pendapatan petani pada lahan gambut dan bergambut Kalsel, Kamis (19/9/19) di Hotel Prima Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Produksi sawit rakyat di Kalsel cenderung turun yakni di bawah 10 ton per hektar per tahun tandan buah segar (TBS)nya. Kondisi ini menjadi kendala dalam pengembangan sawit rakyat di provinsi ini sehingga perlu dilakukan peremajaan sawit.

“Sesuai peraturan menteri pertanian, selain usia yang sudah tua, sawit yang produktifitasnya di bawah 10 ton per hektar itu harus diremajakan,” kata Drs Ir H Taufik Hidayat MSi Peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (ULM), di sela-sela Fokus Group Discution (FGD), model peremajaan kebun sawit rakyat dengan sistem paludikultur dalam rangka menjaga kesinambungan dan peningkatan pendapatan petani pada lahan gambut juga bergambut Kalsel kerjasama dengan badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit (BPDPKS), Kamis (19/9/19) di Hotel Prima Batola.

Dijelaskannya, produksi satu hektar sawit idealnya antara 20 sampai 25 ton. Tetapi, aawit rakyat di Kabupaten Banjar malah produksinya itu cuma 7 ton per hektar TBS.

Penyebabnya, dominasi bibit yang tidak direkomendasi dan pemeliharaan sawit yang tidak baik sehingga pertumbuhannya tidak bagus.

Baca: Training Guru Kreatif Mengajar Kreatif & Menyenangkan Program PPM PT Arutmin Indonesia Asamasam

Baca: Sindiran Tersirat Luna Maya ke Syahrini yang Pakai Jet Pribadi? Eks Ariel NOAH Pamer Mobil di Jepang

Baca: Bengkel Alat Berat di Tapin Terbakar, Sepuluh BPK Ini Berjibaku Padamkan Api

Baca: Kesombongan Merry Disentil Raffi Ahmad, Ajakan Suami Nagita Slavina Kembali Kerja Ditolak Asisten

Menurutnya, ada program kementrian pertanian untuk meremajakan sawit yang sudah tidak produktif. Salah satunya daerahnya di Kalsel. Lewat BPDPKS, ada kegiatan penelitian peremajaan sawit di Indonesia.

“ULM mengajukan proposal penelitian dengan penekanan masalah sawit itu bukan hanya masalah sawitnya, Namun juga masalah lahan di Kalsel, yakni sebagian lahan rawa dan gambut sehingga perlu penanganan tersendiri. Ditambah lagi isu-isu dampak perkebunan sawit, kebakaran dan kerusakan lingkungan juga isu lainya,” kata Taufik.

Menurut Taufik, ULM membuat model peremajaan sawit di daerah gambut dan di kawasan ini terpenting itu mengatur air agar pertumbuhan sawit tetap baik. Di sisi lain, daerah gambut diharapkan tidak rusak dan ULM menawarkan pengembangan sawit model Paludikultur.

“ Paludikultur merupakan suatu sistem pertanian yang menjaga ketinggian muka air sehingga gambut kering. Kalau gambut kering, maka lahan akan rusak,” katanya.

Diakuinya, saat petani sawit rakyat memotong atau menebang pohon sawit untuk peremajaan, maka akan menunggu empat sampai lima tahun. Selama empat sampai lima tahun ini kan tidak ada penghasilan. Ini menyebabkan petani enggan mereplating atau menebang pohon sawit yang sudah tua.

“Lalu ULM mencarikan model pengembangan sawit dengan menggabungkan tanaman pangan. Sementara sawit ditebang dan diganti sawit baru, maka di sela-sela tanaman itu ditanami tanaman holtikultara, seperti padi, sayuran hingga purun. Diharapkan, tanaman holtikutura itu bisa tumbuh sebelum tajuk-tajuk sawit itu menutup,” katanya.

Baca: Kasus Dugaan Korupsi Dana Operasional Pengadaan BBM di Tanbu Jalan di Tempat, Ini Penyebabnya

Baca: Antisipasi Kecelakaan, Satpolair Kotabaru Himbau Operator dan Penumpang Speedboat Pakai Life Jacket

Baca: Apa Jadinya Bila Istri Juru Parkir Berselingkuh dengan Penjual Ikan, Cinta Segi 3 yang Berakhir Maut

Menurutnya, saat tajuk-tajuk sawit itu menutup, maka sawit itu mulai produksi. Model tumpang sari dengan sistem tata air belum ada dikembangkan di lahan sawit rakyat di Kalsel. Salah satu lokasi rencana penerapan paludikultur di Desa Sawahan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Batola dengan tipe lahan gambut agak tipis.

“Hasil monitoring tim dari Jakarta, ULM diminta mencari lahan gambut agak tebal,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved