Arutmin Indonesia

Ratusan Peserta Pemegang PKP2B/KK/IUP Hadiri Bimtek PPM Kalimantan Selatan

SANTAI tapi serius mewarnai bimbingan teknis penyusunan rencana induk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat bagi pemegang PKP2B/KK/IUP

Ratusan Peserta Pemegang PKP2B/KK/IUP Hadiri Bimtek PPM Kalimantan Selatan
Istimewa
Bimbingan teknis penyusunan rencana induk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat bagi pemegang PKP2B/KK/IUP yang digelar forum PPM Kalsel di Ballroom Hortensia Hotel Roditha Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SANTAI tapi serius mewarnai bimbingan teknis penyusunan rencana induk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat bagi pemegang PKP2B/KK/IUP pertambangan mineral dan batu bara yang digelar forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kalsel di Ballroom Hortensia Hotel Rodhita Banjarbaru.

Kegiatan yang diikuti 105 peserta dari berbagai perusahaan PKP2B maupun IUP itu digelar berdasar pengesahan Blueprint (Cetak Biru) Kalsel pada Agustus lalu. Guna mensinkronkan program-program PPM yang ada di perusahaan pertambangan dengan program pemerintah serta kebutuhan masyarakat di Kalsel.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto ST MS. Kemudian pemaparan oleh Fajar Kurniawan dan Wahyudin Soepomo dari Social Invesment Indonesia (SII).

Pemaparan merupakan sebagai bekal untuk menyusun Rencana Induk Perusahaan (RIP) yang mana program tersebut bisa diaplikasikan bersama-sama dengan perusahaan lain yang memiliki wilayah yang sama serta sinkron dengan rencana pemerintah untuk membuat suatu program sosial yang mana dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar operasi tambang.

“Ini kegiatan positif karena RIP sendiri harus dirancang oleh masing-masing perusahaan baik itu PKP2B maupun IUP,” ujar Diana Puspita selaku Sekjen Forum PPM Kalsel.

Adanya Bimtek ini diharapkan para peserta bisa merancang sendiri RIP perusahaannya dan dapat bekerjasama dengan perusahaan yang memiliki wilayah operasional yang sama, agar program yang tercipta memiliki impact yang besar untuk kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang seusai tutupnya perusahaan.

Diakhir kegiatan A Gunawan Harjito ST MT, Kepala Bidang Mineral dan Batubara kembali menyampaikan sekaligus mengingatkan bahwasannya penyusunan RIP ini penting bukan hanya untuk kepentingan perusahaan juga untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat yang berada di lingkungan operasional pertambangan. (AOL/*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved