Berita Kesehatan

Jangan Anggap Sepele Saraf Kejepit, Ini 7 Gejala dan Penyebabnya

Penyakit saraf kejepit tidak bisa dianggap sepele. Penderitanya, akan merasakan nyeri luar biasa saat penyakit ini menyerang

Jangan Anggap Sepele Saraf Kejepit, Ini 7 Gejala dan Penyebabnya
Kolase Tribun Batam
Ilustrasi Saraf terjepit 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Belakangan ini kita sering mendengar orang yang kita kenal baik teman atau tetangga mengalami saraf terjepit.

Penderitanya, sangat tersiksa akibat penyakit ini. Gerakan sedikit saja, membuat penderitanya mengalami nyeri luar biasa.

Bahkan, tidak sedikit saraf terjepit juga bisa membawa dampak hingga penderitanya mengalami kelumpuhan.

Pinched nerve, atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan saraf kejepit, adalah suatu kondisi di mana saraf tertekan oleh bagian sekitarnya. 

Ketika Anda mengalaminya, tubuh Anda akan mengirimkan sinyal berupa rasa nyeri.

Baca: Ini 8 Khasiat Menakjubkan Buah Sirsak untuk Kesehatan, Cegah Osteoporosis hingga Kanker

Baca: Kenapa Lemak dan Gula Sama Buruknya untuk Kesehatan? Pakar Medis Ungkap ini

Baca: Relawan Buka Layanan Konsultasi Kesehatan Gratis Dampak Asap, Wargapun Antusias Memeriksakan

Tentu sebaiknya Anda tidak remehkan tanda-tanda saraf kejepit, sebab kerusakan saraf bisa jadi semakin parah. Karena itu, penting bagi anda untuk memeriksakan keadaan tubuh kita ke dokter.

Dilansir dari Hello Sehat, terkadang gejala dari saraf kejepit hanya berupa rasa sakit saja di beberapa bagian tubuh. Sudah pasti kita pun tidak terpikir sampai pada saraf kejepit. Ada beberapa gejala lainnya yang bisa diamati, seperti:

  1. Mati rasa, kebas, atau penurunan sensasi untuk ‘merasa’ di daerah yang banyak sarafnya. Misalnya nyeri di leher atau punggung bagian bawah
  2. Adanya sensasi sakit atau nyeri seperti terbakar yang menjalar ke luar
  3. Kesemutan
  4. Lemahnya otot pada bagian yang diduga mengalami saraf kejepit
  5. Sering merasa kaki dan tangan tidak merasakan apa-apa
  6. Rasa seperti ditusuk-tusuk jarum
  7. Terkadang gejala memburuk saat Anda berusaha untuk melakukan beberapa gerakan tertentu, seperti memutar kepala Anda atau menegangkan leher Anda.

Apa saja penyebab saraf kejepit?

Saraf kejepit bisa dipicu ketika ada tekanan pada saraf. Tekanan bisa disebabkan oleh gerakan yang dilakukan berulang-ulang untuk jangka waktu lama, contohnya posisi siku ditekuk saat tidur.

Tekanan saraf dapat terjadi ketika saraf tertekan antara jaringan dengan ligamen, tendon, atau tulang. Rapuh sekali ya, kedengarannya? Ya, saraf yang paling rapuh dalam tubuh kita yaitu ketika ditempatkan pada jaringan sempit di tubuh kita, tetapi jaringan lunak untuk melindungi saraf tersebut hanya sedikit.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved