Berita Banjarbaru

Sempat Normal 2 Hari, Kabut Asap Pekat Kembali Kacaukan Jadwal Penerbangan Bandara Syamsudin Noor

Setelah dinyatakan normal selama dua hari, penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali kacau akibat kabut asap

Sempat Normal 2 Hari, Kabut Asap Pekat Kembali Kacaukan Jadwal Penerbangan Bandara Syamsudin Noor
KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR
Kabut asap pekat menyelimuti Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, pada Kamis (129/9/2019) pagi menyebabkan 7 penerbangan tertunda keberangkatannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah dinyatakan normal selama dua hari, penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali kacau akibat kabut asap yang pekat, Rabu (18/9/2019).

Kabut asap akibat kebakaran hutan menyelimuti landasan pacu.

"Hari ini terganggu lagi, jarak pandang di runway (landasan pacu) sempat di bawah 100 meter," ujar Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Aditya Putra Patria, saat dihubungi, Rabu.

Ada 6 penerbangan yang seharusnya berangkat pada pagi hari dengan berbagai kota tujuan terpaksa bertahan di apron menunggu kabut asap mereda.

Untuk menghindari penumpukan di ruang tunggu bandara, penumpang terpaksa bertahan di dalam pesawat selama 2 hingga 3 jam.

Baca: Demi Cabuli 5 Santri Bawah Umur, Oknum Polisi di Polda Kaltim Ini Nyamar Jadi Guru Ngaji

Baca: Menpora Imam Nahrawi Diduga Terima Uang Rp 26,5 Miliar, Jadi Tersangka KPK Bersama Asistennya

Baca: Merry Tolak Tawaran Raffi Ahmad & Nagita Slavina untuk Kerja Lagi Meski Gajinya Naik, Ini Alasannya

"Ada enam yang delay, terpaksa bertahan di apron, setelah aman baru diberangkatkan," lanjut Aditya.

Selain mengacaukan jadwal keberangkatan, kabut asap juga mengganggu jadwal kedatangan.

Setidaknya ,ada enam pesawat yang akan mendarat, terpaksa bertahan di bandara asal.

Bahkan, salah satu pesawat Lion Air JT 320 harus berputar-putar di langit Banjarmasin, untuk menunggu jarak pandang aman sebelum mendarat.

"Selain yang berangkat, jadwal kedatangan juga berdampak. Ada enam yang terpaksa stay di bandara asal, bahkan JT 320 holding selama 30 menit," ucap Aditya.

Rata-rata, pesawat yang batal berangkat pada pagi hari mengalami keterlambatan berangkat selama 2 hingga 3 jam.

Pesawat baru diterbangkan satu per satu setelah jarak pandang di landasan pacu sudah di atas 1.000 meter.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved