Berita Banjarbaru

1.949 Ha Lahan Kalsel Terbakar, Kepala BNPB Optimalisasi Semua Lini Hadapi Karhutla, Sebelum Hujan

Seluas 1.949 hektar Lahan Gambut di Kalsel Telah Terbakar. Dari jumlah tersebut, 1.949 hektare diantaranya merupakan lahan gambut

1.949 Ha Lahan Kalsel Terbakar, Kepala BNPB Optimalisasi Semua Lini Hadapi Karhutla, Sebelum Hujan
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, didampingi Danrem 101 Antasari dan Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin serta pejabat Polda Kalsel dalam rakor Karhutla bersama Kepala BNPB di Aula Maksid Setdaprov Kalsel Banjarbaru, Kamis (19/9/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Seluas 1.949 hektar Lahan Gambut di Kalsel Telah Terbakar. Dari jumlah tersebut, 1.949 hektare diantaranya merupakan lahan gambut. Total luasan ini membuat Provinsi Kalsel, menduduki posisi ke 5 dengan area yang paling luas terbakar setelah NTT, RIAU, Kalteng, dan Kalbar.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, Kamis (19/9/2019) malam menjelaskan bahwa tidak perlu menyalahkan siapa dan siapa yang bersalah atas ini, namun yang terpenting adalah upaya yang bisa dialirkan dosa waktu sebelum turunnya musim hujan.

"Optimalkan semua pasukan Disisa waktu yang ada. Semua lin harus membantu menangani api kebakaran hutan dan lahan," kata Doni Monardo.

Diuraikannya, Karhutla di khususnya di lahan rawa gambut hanya mampu dipadamkan saat memasuki musim penghujan.

Baca: TIPS Kendarai Mobil saat Kabut Asap Pekat, Jangan Gunakan Lampu LED, Tapi Lampu Ini

Baca: Mulai Karnaval, Tanglong Hias Hingga Pagelaran Kesenian Tradisional Ramaikan HUT Pemko Banjarmasin

Baca: SEMPAT VIRAL- Bayi 14 Bulan Dicekoki 5 Gelas Kopi Sehari, Cegah Step hingga Menangis Kalo Minum Susu

Sementara disisa waktu ini BNPB akan menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan.

"Dimana BMKG memperkirakan pada pertengahan bulan Oktober akhir kita sudah memasuki musim hujan. Disisa waktu ini kita kerahkan seluruh kekuatan, termasuk menggunakan teknologi modifikasi cuaca dibantu BPPT, BMKG, dan AU," katanya saat memimpin rapat Koordinasi Satgas Karhutla Kalsel, Kamis (19/9/2019) malam.

Namun Mantan Sesjen Watannas ini belum dapat memastikan kapan teknologi modifikasi cuaca tersebut akan dilaksanakan.

"Untuk di Kalsel laporam sampai saat ini BMKG menyatakan bibit awan di Kalsel masih terpantau minim," kata Doni.

Diketahui memang hujan buatan sangat dipengaruhi oleh banyak dan sedikitnya bibit awan yang berada di atas wilayah yang membutuhkan hujan.

Semakin banyak awan, maka semakin banyak pula rangsangan yang dapat diberikan. Hal tersebut juga mempengaruhi curah hujan yang akan turun.

Adapun Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin mengatakan bahwa dirinya mengatakan bahwa sesuai arahan Kepala BNPB dimana meminta semua pihak untuk bisa bersama sama bergerak melakukan peminimalan api yang terjadi.

"Kita bersama sama bisa berbuat apa lagi. Jangan sampai Kabut di Bandara jangan sampai terjadi lagi," kata dia.

Diutarakan Wahyuddin, sudah dijelaskan oleh Sekda Provinsi Kalsel, Abdul Haris, bahwa lahan di Guntung Damar ada pembasahan setelah air disalurkan ke sekat Kanal yang Dialiri Air dari saluran sekunder irigasi Riam Kanan.

"Dengan harapan lahan gambut yang ada itu basah Kita akan lihat hari ini dengan peninjauan Kepala BNPB di lokasi untuk pembasahan di lokasi," kata Wahyuddin. (banjarmasinpost.co.id /lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved