Mengungkap Mitos Mengubur Ari Ari Bayi

Biar Pintar & Cantik, Shinta Nuriah Kubur Ari-Ari atau Plasenta Bayinya Bersama Buku dan Benda Ini

Shinta Nuriah, warga di Jalan Trikora Banjarbaru baru melahirkan. Dia mempunyai anak cewek.

Biar Pintar & Cantik, Shinta Nuriah Kubur Ari-Ari atau Plasenta Bayinya Bersama Buku dan Benda Ini
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Lokasi dikuburnya ari-ari atau plasenta warga Jalan Trikora Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Shinta Nuriah, warga di Jalan Trikora Banjarbaru baru melahirkan. Dia mempunyai anak cewek.

Setelah melahirkan, di depan rumahnya Shinta memberikan lampu dan dipasang pengaman sejenis sarang atau kurungan.

Ternyata itu adalah lokasi dikuburnya ari-ari atau plasenta dari bayi yang baru dilahirkannya.

Menurut Shinta dikuburkannya ari-ari ini sudah diketahui turun menurun oleh keluarganya dari Jawa.

"Ya di masukkan dalam kendi dan di luar kendi saya berikan buku dan kertas, dengan harapan anak saya nanti jika besar pintar di sekolah dan pandai merias diri," tandas Shinta, Jumat (20/9/2019).

Baca: SEMPAT VIRAL- Bayi 14 Bulan Dicekoki 5 Gelas Kopi Sehari, Cegah Step hingga Menangis Kalo Minum Susu

Baca: Anak dan Menantu Presiden Jokowi Ikut Pilkada 2020, Gibran Bertemu Wali Kota Solo & Bobby ke NasDem

Baca: TIPS Kendarai Mobil saat Kabut Asap Pekat, Jangan Gunakan Lampu LED, Tapi Lampu Ini

Dia mengaku, bahwa tidak ada alasan dan itu ikut tradisi keluarganya selama ini. "Ya karena tradisi aja sih," tandas Siti Nuriah.

Diatas kuburan ari-ari diberi pagar bambu. Lalu ditumpuk dengan keranjang atau genting. Bahkan ari-ari ini, ada yang menguburnya dibalut dengan kain kafaan bak menguburkan orang yang meninggal dunia.

Berapa lama Shinta menerapkan tanda itu? Diakuinya selama selapan 35 hari atau satu bulan. "Selama ini juga di kontrol takut dibongkar oleh kucing atau hewan. Makanya nguburnya pun harus dalam," tandasnya.

Lokasi dikuburnya ari-ari atau plasenta warga Jalan Trikora Banjarbaru.
Lokasi dikuburnya ari-ari atau plasenta warga Jalan Trikora Banjarbaru. (banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda)

Kepercayaan dia, prosesi penguburan ini dianggap sesuatu yang penting.

"Kata orang dulu, ari-ari merupakan organ yang menjadi jalur hidup jabang bayi ketika dalam kandungan. Sehingga orang Jawa meyakini ari-ari sebagai saudara yang menemaninya Bayi sampai dilahirkan," kata Shinta.

(banjarmasinpost.co.id /lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved