Irigasi Riam Kanan

Pemilik Tambak Menyedot Air Irigasi agar Kehidupan Ikan Terjaga, Padahal Ada Papan Peringatan ini

Berdasarkan penelusuran BPost beberapa waktu lalu, banyak sawah yang berada di belakang tambak tak bisa ditanami karena selalu tergenang air buangan.

Pemilik Tambak Menyedot Air Irigasi agar Kehidupan Ikan Terjaga, Padahal Ada Papan Peringatan ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (20/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Berdasarkan penelusuran BPost beberapa waktu lalu, banyak sawah yang berada di belakang tambak tak bisa ditanami karena selalu tergenang air buangan.

Pemilik tambak terus menyedot air dari irigasi dan membuangnya agar kehidupan ikannya terjaga.

Berulang kali pipa tambak dipotong petugas, namun muncul lagi.

Padahal jelas terlihat sejumlah papan peringatan di sisi irigasi yang menyatakan larangan mengambil air dari saluran tersebut.

Baca: Irigasi Riam Kanan Dibobol untuk Mengatasi Kebakaran Lahan, Petugas Mendapatkan Fakta ini

Baca: Rasa Takut & Khawatir Marcella Simon, Sahabat Cut Meyriska dan Roger Danuarta Pasca Mualaf Terungkap

Baca: Anak dan Menantu Presiden Jokowi Ikut Pilkada 2020, Gibran Bertemu Wali Kota Solo & Bobby ke NasDem

Di papan itu ditulis mengenai Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 11 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Daerah Irigasi Riam kanan.

Disebutkan pada peringatan itu larangan mengubah bentuk, membongkar, membobol saluran dan tanggul saluran.

Kemudian dilarang mendirikan bangunan di atas tanggul saluran pada jaringan irigasi.

Aturan itu diperkuat dengan ketentuan pidana.

Pelakunya dapat dipidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

Namun salah satu papan peringatan yang terbuat dari seng terlihat bolong diduga karena faktor kesengajaan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved