PT PLN Wilayah Kalselteng

PLN Sediakan Daya 66 Juta VA untuk Pelanggan Tegangan Tinggi

PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya untuk ikut serta dalam mendorong perekonomian di Provinsi Kalimantan Selatan dengan menyediakan

PLN Sediakan Daya 66 Juta VA untuk Pelanggan Tegangan Tinggi
Humas PLN Wilayah Kalselteng
General Manager PLN UIw Kalselteng, Sudirman (kiri) dan Chief Operation Officer PT Borneo Indobara (kanan) saat melakukan tandatangan MoU Penyediaan Listrik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya untuk ikut serta dalam mendorong perekonomian di Provinsi Kalimantan Selatan dengan menyediakan energi listrik yang andal bagi pelaku investasi.

Hal tersebut dibuktikan dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) dengan PT Borneo Indobara (BIB), Jumat (20/9).

Acara yang dilangsungkan di Hotel Pullman Jakarta tersebut dihadiri oleh Executive Vice President (EVP) Quality Assurance PT PLN (Persero), EVP Operasi PLN Regional Bisnis Kalimantan, General Manager PLN UIW Kalselteng dan Chief Operation Officer PT Borneo Indobara beserta jajarannya.

Baca: Kondisi Anggun Pasca Terjerembab Saat Kursi Ditarik Teman Sekelas, Ini 10 Bahaya Cedera Tulang Ekor

Baca: Kisah Luar Biasa Kodi Lee, Pemenang Americas Got Talent 14 (2019), Penyandang Autisme & Tuna Netra

Baca: Tangis Nikita Mirzani Didoakan Menikah dengan Ustadz, Seteru Elza Syarief Takutkan Hal Ini

Dalam MoU tersebut PLN menyatakan siap memasok listrik kepada PT Borneo Indobara yang bergerak di bidang pertambangan yang berloaksi di Desa Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu dengan daya sebesar 66,7 Mega Volt Ampere (MVA) atau setara dengan 66,7 Juta Volt Ampere (VA).

Executive Vice President (EVP) Quality Assurance PT PLN (Persero), Tohari Hadiat menyampaikan ucapakan terima kasih kepada PT Borneo Indobara (BIB) yang sudah mempercayakan suplai listrik perusahaan mereka kepada PLN.

“Terima kasih sudah mempercayakan PLN untuk menyediakan listrik ke PT Borneo Indobara (BIB), Kami harap dengan suplai listrik dari PLN nantinya dapat menunjang bisnis perusahaan agar dapat berjalan lebih optimal," ungkap Sudirman.

PT Borneo Indobara (BIB) sebelumnya menggunakan captive power atau mengelola penyediaan listrik perusahaan secara mandiri, akan tetapi demi operasional perusahaan yang lebih optimal dan kompetitif, PT Borneo Indobara (BIB) akhirnya mempercayakan PLN sebagai penyedia listrik utama perusahaan.

Tohari berharap perusahan lainnya yang ada di Kalimantan juga dapat segera beralih dari captive power dan menggunakan listrik dari PLN.

Ia mengatakan bahwa PLN siap menyediakan listrik yang andal bagi pelaku bisnis dan industri dengan harga yang kompetitif, terlebih daya listrik di Kalimantan saat ini sudah surplus, selain itu infrastruktur dan sarana pendukung lainnya juga sudah sangat mumpuni.

“Saat ini kondisi sistem kelistrikan di Provinsi Kalimantan Selatan, Tengah, Barat dan Timur sudah saling terhubung dengan cadangan daya mencapai 300 Mega Watt (MW), jadi tidak ada kendala terkait suplai listrik bagi pelaku bisnis dan industri untuk mendapatkan listrik yang andal dari PLN," ungkap dia.

Chief Operation Officer PT Borneo Indobara, Raden Utoro menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN yang sudah berjuang keras meningkatkan keandalan suplai listrik di pulau Kalimantan dan agresif marketing yang sudah dilakukan PLN sehingga kerjasama dalam penyediaan suplai listrik dari PLN kepada PT Borneo Indobara dapat terwujud.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN, yang sudah berjuang keras dalam usahanya menyediakan keandalan listrik di pulau Kalimantan. Dengan beralih menggunakan listrik ke pln, perusahaan akan menjadi efisien dan dapat meningkatkan produksi," jelas dia.

Setelah pelaksanaan MoU dilaksanakan selanjutnya PLN UIW Kalselteng dan PT Borneo Indobara akan melakukan survey untuk membuat kajian kelayakan operasi dan kajian kelayakan financial untuk penyediaan tenaga listrik.

Pasokan listrik PT Borneo Indobara akan disuplai secara bertahap sebanyak empat kali tahapan, tahap pertama pada 2021 sebesar 4,7 MVA, pada 2022 sebeasr 17,8 MVA, selanjutnya 2023 sebesar 19,8 MVA dan 2024 sebesar 24,4 MVA.

(banjarmasinpost.co.id/sofyar redhani)

Penulis: Sofyar Redhani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved