Ekonomi dan Bisnis

Rayakan HUT Ke 3 Tahun, APPI FKD Terus Berupaya Tekan Angka Kredit Macet di Banjarmasin

NPF atau kredit macet di Banjarmasin sekitar 2,16 persen selama 2019. Outstanding pembiayaan multifinance di Kalimantan sebesar Rp 38,14 triliun

Rayakan HUT Ke 3 Tahun, APPI FKD Terus Berupaya Tekan Angka Kredit Macet di Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/mariana
Tumpeng ceremony HUT ke 3 tahun APPI FKD Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID. BANJARMASIN - Adanya Undang-Undang No 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia yang sudah diberlakukan, mampu menekan angka NPF atau kredit macet di Banjarmasin yang hanya sekitar 2,16 persen selama 2019.

Berdasarkan data OJK Regional IX Kalimantan, outstanding pembiayaan multifinance di Kalimantan sebesar Rp 38,14 triliun atau tumbuh sebesar 9,85 persen year on year.

"Sedangkan di Kalimantan Selatan (Kalsel) nilai oustanding pembiayaan sebesar 10,88 triliun atau tumbuh sebesar 8,35 persen," jelas Kepala OJK Regional IX Kalimantan, Haryanto di sela acara HUT ke 3 tahun Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Forum Komunikasi Daerah (FKD) Banjarmasin, Jumat (20/9/2019).

Dalam acara HUT tersebut diberikan apresiasi berupa plakat kepada institusi kepolisian, kejaksaan, dan sejumlah pihak yang turut andil dalam mengurangi tingkat kasus kredit macet di Banjarmasin.

Baca: Perceraian Wendy Cagur & Ayu Natasha Nyaris Terjadi, Ussy Sulistiawaty & Andhika Pratama Bereaksi

Baca: Lewati Jembatan Merdeka Banjarmasin, Truk Bermuatan Baja Ini Jamping dan Sempat Ganggu Lalulintas

Baca: Hasil Latihan Bebas (FP 1) MotoGP Aragon 2019, Marc Marquez Jadi yang Tercepat, Valentino Rossi?

Baca: Kemustahilan Verrell Bramasta & Febby Rastanty Menikah Disinggung Sosok Ini, Soal Natasha Wilona?

Ketua APPI FKD Banjarmasin, M Sarpudin mengatakan, gelaran tahunan ini juga sekaligus sebagai silaturahmi antar rekan-rekan leasing bersama kepolisian dan kejaksaan.

"Kami sangat berterimakasih rekan-rekan leasing sejauh ini sudah sangat profesional dalam mengurangi tingkat kredit macet tentunya dikawal oleh kepolisian dan kejaksaan sesuai dengan UU fidusia yang berlaku," ucapnya.

Saat ini pihaknya terus mensosialisasikan UU jaminan fidusia sebagai langkah preventif terjadinya wanprestasi oleh debitur.

"Karena bersifat mengikat, UU tersebut sangat diwaspadai masyarakat sehingga tingkat NPF bisa ditekan serendah mungkin. Keuntungan pula bagi finance yang unitnya dipindahtangankan atau digelapkan debitur, maka jelas si debitur akan mensapat sanksi dan unit diserahkan ke perusaan leasingnya," imbuh Sarpudin.

Baca: Wacana Wajib Bela Negara Bergulir, Komisi I DPR RI Cek Sarana dan Prasarana Rindam VI/Mulawarman

Baca: 27 Desa di Kabupaten Tapin Bakal Gelar Pemilihan Kepala Desa

Baca: Penerimaan CPNS Sebentar Lagi! Persyaratan & Mekanisme Pendaftaran CPNS 2019, Cek sscasn.bkn.go.id

Dalam acara HUT tersebut selain pembagian plakat juga dihelat bazar dari sejumlah brand kosmetik, kuliner, dan obat-obatan sebanyak 20 stand yang dibuka untuk umum.

Perayaan HUT APPI FKD Banjarmasin berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (21/9/2019). Selain bazar, di hari kedua akan ada lomba mewarnai dan penyerahan pemenang.

Foto bersama setelah penyerahan plakat kepada institusi kepolisian dan kejaksaan.
Foto bersama setelah penyerahan plakat kepada institusi kepolisian dan kejaksaan. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved