Berita Banjarbaru

Rembuk Nasional Indonesia Melayani Dicanangkan Lagi di Banjarbaru, Sebuah Ikhtiar Perbaikan Layanan

Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani kembali digelar sebagai komitmen pemerintah untuk perbaikan layanan masyarakat.

Rembuk Nasional Indonesia Melayani Dicanangkan Lagi di Banjarbaru, Sebuah Ikhtiar Perbaikan Layanan
Humas Menpan RB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, saat membuka Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (19/09/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani kembali digelar sebagai komitmen pemerintah untuk perbaikan layanan masyarakat.

Menteri PANRB Syafruddin memberi arahan kepada perwakilan instansi pemerintah yang menjadi peserta dalam Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM).

Rembuk Nasional itu digelar pada Jumat (20/09/2019) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa menjelaskan, Rembuk Nasional ini adalah ikhtiar untuk memperbaiki serta membangun pelayanan publik yang prima.

Menurut Inpres No. 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental, disebutkan bahwa Kementerian PANRB mengoordinasikan Program Gerakan Indonesia Melayani dan bertanggung jawab atas terwujudnya perilaku SDM Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melayani.

Baca: Curhat Mulan Jameela Soal Cobaan yang Dihadapi, Istri Ahmad Dhani Sebut Dosa & Sedih

Baca: Sebelum Marak Tambak Ikan, Para Petani di Desa Bincau Rutin Memanen Padi dengan Hasil Memuaskan

Baca: Gol Cantik Pemain Muda Ini Buat Kiper Lawan Geleng-geleng Kepala, Arsenal Menang Telak

Gerakan Indonesia Melayani dilatarbelakangi oleh permasalahan bahwa pelayanan publik di tanah air belum dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat, sehingga pemerintah perlu meningkatkan dan memperbaikinya.

Perbaikan pelayanan publik diawali dengan mendengarkan aspirasi masyarakat yang aktif memberikan saran kepada pemerintah. "Dan mengubah paradigma sebagai penyelenggara pelayanan publik untuk melayani masyarakat dengan tulus," ungkap Diah.

Dengan adanya gerakan ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan publik pada instansi pemerintah yang memiliki tugas utama melakukan pelayanan umum. Gerakan Indonesia Melayani dilakukan untuk memperbaiki ketidaksesuaian dan penyimpangan dalam proses pelayanan kepada masyarakat.

Kementerian PANRB telah menetapkan 10 fokus program yang menjadi fokus dalam Gerakan Indonesia Melayani, yakni peningkatan kapasitas SDM ASN, peningkatan penegakan disiplin, penyempurnaan standar pelayanan e-gov, penyempurnaan sistem manajemen kinerja, serta peningkatan perilaku pelayanan.

Baca: Irigasi Riam Kanan Dibobol untuk Mengatasi Kebakaran Lahan, Petugas Mendapatkan Fakta ini

Baca: Rasa Takut & Khawatir Marcella Simon, Sahabat Cut Meyriska dan Roger Danuarta Pasca Mualaf Terungkap

Fokus lain yang ditetapkan adalah deregulasi, debirokratisasi, peningkatan penyediaan sarana dan prasarana unit pelayanan publik, peningkatan penegakan hukum dan aturan di bidang pelayanan publik, serta sistem penghargaan dan sanksi serta keteladanan pimpinan.

Tidak hanya oleh Menteri Syafruddin, Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani juga diisi oleh para inovator pelayanan publik yang inovasinya ditetapkan sebagai Top 99 atau Top 40 inovasi pelayanan publik.

Inovator yang menjadi narasumber pada acara ini adalah Pemkab Gresik dengan inovasi Kartu Keluargaku Datang (Kakekku Datang), inovasi 119 Kolaborasi Nasional Layanan Emergensi Medik dari Kementerian Kesehatan, serta beberapa inovasi lainnya. Total ada tujuh inovasi yang akan membagikan ilmunya kepada para peserta.

Dalam waktu yang sama, juga diadakan seminar yang mengangkat tema Mal Pelayanan Publik dan Budaya Pelayanan Prima. Seminar itu dibagi menjadi dua topik, pertama yakni perubahan budaya kerja ASN menjadi budaya melayani. Sementara kedua, adalah best practice MPP terkait pelaksanaan Gerakan Indonesia Melayani.

"Tentu kita berharap dapat meningkatkan kinerja pelayanan publik, selalu menyesuaikan dengan dinamika ekspektasi masyarakat yang semakin meningkat, mengedepankan hosptality dalam pelayanan publik," pungkas Diah.

(banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved