Irigasi Riam Kanan

Selain Petambak, Air Irigasi Juga Disedot Masyarakat untuk Keperluan Rumah Tangga

Seorang petambak di Bincau yang bernama Masrun mengaku pengambilan air dari irigasi sebenarnya dilarang.

Selain Petambak, Air Irigasi Juga Disedot Masyarakat untuk Keperluan Rumah Tangga
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (20/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Seorang petambak di Bincau yang bernama Masrun mengaku pengambilan air dari irigasi sebenarnya dilarang.

Namun banyak petani ikan yang tetap melakukannya.

Mereka menggunakan pipa untuk menyedot air.

Rudi, yang juga petambak, mengaku sempat berpikiran membobol irigasi.

Namun itu urung dilakukan karena khawatir merusak irigasi.

Baca: Sebelum Marak Tambak Ikan, Para Petani di Desa Bincau Rutin Memanen Padi dengan Hasil Memuaskan

Baca: Rasa Takut & Khawatir Marcella Simon, Sahabat Cut Meyriska dan Roger Danuarta Pasca Mualaf Terungkap

Baca: Anak dan Menantu Presiden Jokowi Ikut Pilkada 2020, Gibran Bertemu Wali Kota Solo & Bobby ke NasDem

Wakil Ketua Asosiasi Kelompok Perikanan Kabupaten Banjar, M Ridwan, ketika dikonfirmasi mengaku pada sekitar awal 2019 dilakukan pemeliharaan irigasi.

Pemeliharaan dilakukan dari bendungan nol sampai Darul Hijrah, Cindaialus.

Salah satu kegiatannya adalah mencabuti pipa yang mengambil air irigasi untuk keperluan tambak ikan.

"Pipanya saya hitung waktu pembersihan ada sekitar 2.000 dengan berbagai ukuran," katanya.

Ada yang diameternya 2,5 inci, tiga inci, bahkan ada yang lima inci.

“Ukuran lima inci tidak banyak. Hanya sekitar 10 unit,” ujarnya.

Menurut Ridwan, air irigasi tidak hanya diambil oleh petambak ikan, tapi juga masyarakat untuk keperluan rumah tangga.

Itu seperti terlihat di Tanjung Rema dengan ukuran pipa satu inci.

Air untuk keperluan sehari-hari.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved