Berita Kalteng

Status Siaga Darurat Karhutla Kalteng Naik Jadi Tanggap Bencana, Penindakan Makin Gencar Dilakukan

Gubernur Kalimantan Tengah menaikkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Tengah, menjadi Tanggap Darurat

Status Siaga Darurat Karhutla Kalteng Naik Jadi Tanggap Bencana, Penindakan Makin Gencar Dilakukan
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Kondisi kebakaran lahan dan hutan serta kabut asap di Kalteng makin parah sehingga status siaga darurat naik jadi tanggap darurat bencana.Kabut asap tebal menyelimuti Sungai Mentaya (Sampit). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Gubernur Kalimantan Tengah menaikkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Tengah, menjadi Tanggap Darurat bencana, karena kebakaran lahan semakin parah dan kabut asap semakin menjadi-jadi, sejak, Rabu (17/9/2019).

Naiknya status tanggap bencana tetsebut, setelah Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dengan nomor 188.44/485/2019 tentang penetapan status tanggap darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019.

Status tanggap darurat tersebut, berlaku selama empat belas hari, terhitung sejak tanggal 17 September 2019 sampai dengan tanggal 30 September 2019, kemudian membentuk pos komando penanganan darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah, terbentuk
struktur, susunan dan keanggotaannya.

Baca: Kapolda Kalteng Soroti Polisi Tewas Setelah Tabrak Pembatas Jalan saat Kunker ke Polres Kotim

Baca: Pasang CCTV di Bantaran Sungai di Wilayah Kota Banjarmasin, Ini Tujuannya

Baca: Satpolair Polres Banjarmasin Berikan Bantuan Korban Kebakaran Alalak Banjarmasin

Dalam jangka waktu status tanggap darurat dapat diperpanjang atau dipersingkat sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana di lapangan. Sedangkan, personil pos komando penanganan darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah ditetapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah atas nama Komandan penanganan darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan.

Biaya yang timbul akibat diterbitkannya keputusan Gubernur tersebut, bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Kalimantan Tengah dan bantuan pihak ketiga yang sah dan tidak mengikat."Keputusan tersebut berlaku pada tanggal ditetapkan,, sehingga pencegahan dan penindakan semakin gencar dilakukan," ujar Gubernur Sugianto.

Sementara itu, pantauan kondisi kebakaran lahan dan hutan hingga, Jumat (20/9/2019) masih saja terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah, jalur udara, jadwal penerbangan di Kotim dan Palangkaraya masih terganggu, karena kabut asap yang masih menyelimuti Kalteng.

Kondisi kebakaran lahan dan hutan serta kabut asap di Kalteng makin parah sehingga status siaga darurat naik jadi tanggap darurat bencana.Kabut asap tebal menyelimuti Sungai Mentaya (Sampit).
Kondisi kebakaran lahan dan hutan serta kabut asap di Kalteng makin parah sehingga status siaga darurat naik jadi tanggap darurat bencana. Jalan Trans Kalimantan penghubung Palangkaraya- Sampit diselimuti kabut asap tebal. (Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Demikian juga dengan jalur sungai, lalulintas armada angkutan sungai dan angkutan laut , kapal-kapal laut yang melalui Sungai Mentaya, ekstra hati-hati saat melintas sungai, lantaran jarak pandang yang pendek akibat kabut asap dampak kebakaran lahan yang semakin pekat.

Berdasarkan data Polda Kalteng, hingga saat ini, penanganan perkara karhutla prapenuntutan 24 perkara, penanganan perkara sebanyak enam perkara sedangkan eksekusi delapan perkara, sedangkan korporasi tiga perkara.

Hingga saat ini Polda Kalteng telah menetapkan 84 tersangka Karhutla,dengan perincian perorangan 66 sedangkan korporasi 18.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved