Mengungkap Mitos Mengubur Ari Ari Bayi

Tak Seribet Tradisi Jawa, Warga Banjarbaru Sari Mengaku Hanya Dikubur Ari-Ari Bayinya Begitu Saja

Selain orang Jawa, tradisi ini dilakukan juga oleh orang Kota Banjarbaru. Hanya saja tidak seperti orang Jawa

Tak Seribet Tradisi Jawa, Warga Banjarbaru Sari Mengaku Hanya Dikubur Ari-Ari Bayinya Begitu Saja
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Warga Banjarbaru saat mengubur Ari-Ari atau Plasenta Bayinya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Selain orang Jawa, tradisi ini dilakukan juga oleh orang Kota Banjarbaru. Hanya saja tidak seperti orang Jawa, orang Banjarbaru yang ada saat ini lebih kepada mengubur saja.

"Kalau anak saya kemarin dikubur saja tak diberi tanda," tandas Sari warga Tabalong yang menetap di Kota Banjarbaru, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya mengapa dia tetap mengubur karena alasan kesehetan higienis dan lingkungan.

"Ya kalau tidak dikubur terus diapakan. Kan nanti akan tak baik kalau dibiarkan saja," kata dia.

Seperti diberitakan. menguburkan ari-air atau plasenta tradisi Jawa yang juga ada di Tanah Banjarbaru ini dilakukan beberapa tahap.

Baca: Sesuai Tradisi Jawa, Prosesi Mengubur Ari-Ari, Kalau Bayi Perempuan Diletakkan Sebelah Kanan Pintu

Baca: Kuburan Ari-Ari Diberi Lampu, Warga Landasan Ulin Ini Percaya Bisa Menerangi Jalan Kehidupan Si Bayi

Baca: Biar Pintar & Cantik, Shinta Nuriah Kubur Ari-Ari atau Plasenta Bayinya Bersama Buku dan Benda Ini

Pertama, usai janin lahir, ari-ari dibersihkan oleh petugas kesehatan.

Kemudian ari-ari dimasukkan ke dalam periuk tanah atau orang jawa menyebut kendi. Sebagian ada yang menutup dengan cobek atau tempurung kelapa lalu ditutup.

Nah di atasnya, diberi barang syarat. Barang-barang yang dijadikan syarat ini biasanya berbeda untuk tiap daerah.

Sebagian daerah, ari-ari dikubur beserta kembarannya kemudian kain putih pembungkus mayat, tapi sebagian lainnya juga ada yang mengubur ka nya secara terpisah.

"Lalu kalau si bayi cewek dan cowok juga beda. Kalau bayinya cewek maka letak lubang ini ada di sebelah kiri pintu utama rumah. Sedangkan bila bayinya laki-laki lubangnya terletak di sebelah kanan," tandas Salimin warga Jawa di Landasan Ulin Banjarbaru.

Namun, baik lubang untuk mengubur ari-ari digali oleh si bapak, kakek, atau saudara laki-laki lain yang paling dekat dengan si bayi.

Malah ada yang menyarankan bahwa si pengubur harus mandi wajib dulu sebelum menguburnya.

Diatas kuburan ari-ari diberi pagar bambu atau simpelnya sekarang ini keranjang dan keranjang diberi lampu.

(banjarmasinpost.co.id/huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved