Berita Banjarbaru

Akhir September, Peluang Curah Hujan di Kalsel Lebih 90 Persen, Simak Penjelasan BMKG

Cuaca panas di Kalsel yang menyebabkan karhutla diharapkan bisa segera terhenti dengan hujan yang diperkirakan turun di akhir September

Akhir September, Peluang Curah Hujan di Kalsel Lebih 90 Persen, Simak Penjelasan BMKG
tribunkalteng.com/faturahman
Pesawat penabur garam beroperasi di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya untuk upaya melakukan hujan buatan yang diharapkan bisa memadamkan kebakaran lahan gambut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dalam beberapa hari terakhir ini, di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah terjadi hujan meski tidak berlangsung lama.

Berdasarkan peta analisis curah hujan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, peta analisis curah hujan di Kalsel berpeluang Hujan.

Pada dasarian III September 2019, up date data pada 19 September, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan diprakirakan terjadi curah hujan < 50 mm dengan peluang curah hujan lebih dari 90%.

Untuk titik hotspot di Kalsel, Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin melalui Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Muhari mengatakan dari hasil pemantauan hotspot Sabtu, 21 September 2019 pukul 16.00 WIB dari satelit Aqua (Akuisisi: 13.28 WIB ), Terra (Akuisisi: 10.37 WIB), SNNP (Akuisisi: 12.31 WIB) pada catalog modis LAPAN dengan kategori sedang (30-79%) dan tinggi (>=80%) wilayah Kalsel ada 62 titik hot spot.

Sebelumnya, hujan sudah terjadi di sejumlah titik di Kalsel. Berdasar keterangan dari Forecaster BMKG Syamsudin Noor, Ruth Mandasari, menjelaskan bahwa hujan yang terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Selatan bagian Utara dan Barat.

Baca: Live Beinsports 2! Link Live Streaming Juventus vs Hellas Verona di Liga Italia, Ronaldo Main

Baca: Alami Obesitas Hingga Bobotnya 1,4 Kuintal, Sungadi dari Sragen Tetap Bekerja Jadi Buruh Bangunan

Baca: Sindiran Menohok Hotman Paris & Boy William Saat Barbie Kumalasari Mengaku ke Amerika Cuma 8 Jam

Baca: Misteri Pembunuhan Model Panas Thailand Terungkap, Diduga Diperkosa Temannya Sesama Model

"Hujan ini dipengaruhi oleh kondisi kelembaban udara lapisan bawah dan menengah yang basah. Terkait hujan buatan kami belum mendapat info lebih lanjut dan bisa ditanyakan langsung ke BPBD, namun kondisi hujan sore ini bukanlah hujan buatan," kata Ruth Mandasari.

Kepala BNPB Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, didampingi Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin menjelaskan memang sementara disisa waktu ini BNPB akan menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan.

"Dimana BMKG memperkirakan pada pertengahan bulan Oktober akhir, sudah memasuki musim hujan. Disisa waktu ini kita kerahkan seluruh kekuatan, termasuk menggunakan teknologi modifikasi cuaca dibantu BPPT, BMKG, dan AU," katanya saat memimpin rapat Koordinasi Satgas Karhutla Kalsel, Kamis (19/9/2019) malam.

Namun Mantan Sesjen Watannas ini belum dapat memastikan kapan teknologi modifikasi cuaca tersebut akan dilaksanakan.

"Untuk di Kalsel laporan sampai saat ini BMKG menyatakan bibit awan di Kalsel masih terpantau minim," kata Doni.

Baca: Verrel Bramasta Ungkap Mau Bunuh Diri ke Abidzar Al Ghifari, Sosok Ini Cegah Eks Natasha Wilona 

Baca: Dirikan Komunitas Sedekah Receh, Agus Sasirangan : Misi Utamanya Membangun Masjid

Baca: Tepati Janji ke Anwar Ibrahim, PM Malaysia Mahathir Bakal Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan

Diketahui memang hujan buatan sangat dipengaruhi oleh banyak dan sedikitnya bibit awan yang berada di atas wilayah yang membutuhkan hujan.

Semakin banyak awan, maka semakin banyak pula rangsangan yang dapat diberikan. Hal tersebut juga mempengaruhi curah hujan yang akan turun. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved