Berita Jakarta

Kalau Terealisasi Kenaikan Pajak Kendaraan di Jakarta, Segini Perhitungan Jumlahnya

Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menaikkan pajak Bea Balik Nama (BBN) kendaraan pertama sebesar dua persen

Kalau Terealisasi Kenaikan Pajak Kendaraan di Jakarta, Segini Perhitungan Jumlahnya
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Sejumlah sales promotion girl (spg) berpose di samping salah satu mobil dari Toyota saat pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). GIIAS 2019 yang akan berlangsung 18 - 28 juli 2019 diikuti 20 merek kendaraan penumpang, 10 merek kendaraan komersil dan koroseri dan 12 merek sepeda motor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menaikkan pajak Bea Balik Nama (BBN) kendaraan pertama sebesar dua persen, nampaknya akan segera terealisasi.

Seperti diketahui, dengan adanya kenaikan tersebut, maka BBN 1 kendaraan yang semula 10 persen akan menjadi 12,5 persen. Otomatis hal ini pun akan mempengaruhi harga jual dari kendaraan baru.

Ketika ditanya soal progresnya, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin, mengatakan, saat ini masih dalam tahapan pembahasan.

Baca: Status Asap Berbahaya, ACT Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Terdampak #BantuMerekaBernapas

Baca: Kepiluan Merry Setelah Ogah Jadi Asisten Raffi Ahmad, Eks Asisten Suami Nagita Slavina Alami Ini

Baca: Sumber Kekayaan Ahmad Dhani Diungkap Pasca Isu Republik Cinta Bangkrut, Koleksi Suami Mulan Jameela

"Peraturan daerah (Perda) sedang dievaluasi lebih dulu oleh Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Apabila sudah rampung maka akan segera kami undangkan," kata Faisal dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Jumat (20/9/2019).

Diecast Suzuki Jimny di stand Gallery 78 di Otobursa Tumplek Blek 2019, Sabtu (31/8/2019).
Diecast Suzuki Jimny di stand Gallery 78 di Otobursa Tumplek Blek 2019, Sabtu (31/8/2019). (Lita Febriani/Tribunnews.com)

Saat ditanya kapan finalisasinya, Faisal tidak memberikan jawaban Pasti. Bila selesai akhir bulan ini, maka bisa secepatanya diterapkan Oktober mendatang.

"Kita juga masih menunggu, kalau bisa secepatnya," ujar Faisal.

Seperti diketahui, selain untuk menambah penerimaan pajak sebagai sumber pendapatan daerah, dengan adanya kenaikan BBN 1 juga akan membuat masyarakat mengurungkan niat membeli kendaraan baru lantaran harga yang makin tinggi.

Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.
Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Dengan demikian, diharapkan akan terjadi pergeseran di masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi umum dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari dan meminimalisasi kemacetan.

Selain itu, kenaikan pajak sebesar dua persen juga sebagai penyeimbaang dengan kota lainnya. Karena selama ini hanya Jakarta yang masih menerapkan pajak 10 persen, sedangkan kota lain seperti Jawa Barat, sudah lebih dulu naik menjadi 12,5 persen.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved