Lifestyle

Meniru itu Proses Belajar, Dosen Psikolog UMB : Disini Peran Orang Tua Menjadi Contoh

Usia anak-anak adalah masanya mereka meniru apa yang dilihatnya. Disinilah, peran orang tua membimbing dan menjadi contoh bagi anak

Meniru itu Proses Belajar, Dosen Psikolog UMB : Disini Peran Orang Tua Menjadi Contoh
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Dyta Setiawati H MPsi Psikolog UMB 

BANJARMASINPOST CO.ID - Perkembangan seorang anak tidak lepas dari lingkungan yang membentuknya, terutama lingkungan paling terdekat, yaitu keluarganya, sekolah, teman sebaya, dan lingkungan sekitarnya.

Nah, jelas Dyta Setiawati H MPsi Psikolog dan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, agar anak memiliki contoh yang baik untuk ditiru maka orangtua dan lingkungan punya peran besar.

Ketika anak sudah bertambah usianya, misalnya di akhir masa SD, peniruan yang dilakukan tidak sekadar meniru orangtua tetapi juga meniru orang lain melalui media massa.

Tujuan dari peniruan ini merupakan upaya remaja untuk diakui keberadaannya sebagai seorang yang sudah beranjak 'dewasa' dibandingkan masa kanak-kanaknya.

Baca: Kamar Tidur Kecil? Tak Perlu Berkecil Hati, Simak 8 Trik untuk Bikin Kamar Luas dan Nyaman

Baca: Info CPNS 2019, Simak Daftar Hoaks & Kesalahan Pendaftaran Jelang Seleksi Penerimaan CPNS 2019

Baca: Gantikan Navas di Real Madrid, Thibaut Courtois Tak Lagi Jadi Pilihan Kiper Utama

Baca: Tak Live TVRI! Link Live Streaming TV Online Leicester vs Tottenham di Liga Inggris di Mola TV

Orangtua merupakan sumber nilai pengetahuan dan perilaku-perilaku bagi anak-anaknya. Peranan orangtua sangat penting sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya di rumah

Jika dalam fase meniru atau modeling ini anak mendapat penilaian yang baik dan dikuatkan dengan pujian, maka hal itu akan terus dilakukan oleh anak sampai pada tahap perkembangan selanjutnya.

Pada saat meniru, termasuk meniru penampilan orangtuanya, disadari atau tidak anak sedang belajar. Mengingat perlengkapan yang dikenakan oleh ibu atau ayahnya saat akan bekerja menandakan anak memiliki kemampuan observasi yang baik.

Pada usia balita anak sudah mampu melakukan apa yang ibu dan Ayahnya lakukan. Si kecil bisa mengikuti gaya Ibunya saat pergi ke kantor, atau gaya Ayahnya berpakaian. Anak perempuan biasanya akan memerhatikan apa yang Ibunya pakai tetapi mereka juga bisa meniru Ayahnya.

Ia akan memerhatikan bagaimana Ayah membangun relasi dengan Ibu, dan lain lain.Lalu, apa yang perlu Ibu dan Ayah harus lakukan dengan anak yang memang senang dan cepat sekali meniru?

Ibu dan Ayah harus mencontohkan hal-hal yang baik secara konsisten, tidak berubah-ubah. Para Ibu mungkin secara tak sadar ketika meminta anak untuk tidak suka marah-marah, tetapi ibu sendiri di rumah mudah emosi ketika menghadapi tingkah anak.

Ibu perlu menyadari bahwa perilaku meniru anak sangat memengaruhi masa depannya.

Baca: Barito Putera Catat Rekor Kebobolan Terbanyak di liga 1, ini kata Djanur

Baca: Foto Ular Berkaki di Kebakaran Hutan yang Ditemukan TNI Buat Heboh, Begini Penjelasan Ilmiah Ahlinya

Baca: Terhalang Kabut Asap, Wisatawan Gagal Saksikan Fenomena Kulminasi Matahari Pontianak

Menerapkan kebiasaan baik seperti bangun pagi juga harus dimulai dari diri ayah Ibu. Perilaku anak yang senang meniru orangtua akan sangat bermanfaat bagi perkembangan perilaku anak, Ibu dan Ayah tak perlu lagi repot memberikan berbagai macam nasehat.

Ketika Ayah dan ibu sudah berperilaku dan memiliki emosi yang baik, anak akan meniru atau modeling melakukan hal yang sama tanpa paksaan.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved