Revisi KUHP

Revisi UU Pemasyarakatan, Tahanan dan Narapidana Berhak Rekreasi

Ada pun revisi UU Pemasyarakatan dinilai melemahkan hukuman terhadap narapidana.

Revisi UU Pemasyarakatan, Tahanan dan Narapidana Berhak Rekreasi
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (21/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ada pun revisi UU Pemasyarakatan dinilai melemahkan hukuman terhadap narapidana.

Di antaranya tahanan dan narapidana berhak rekreasi.

Narapidana yang telah memenuhi persyaratan tertentu tanpa terkecuali juga berhak atas remisi, asimilasi, cuti mengunjungi atau dikunjungi keluarga, cuti bersyarat, cuti menjelang bebas dan pembebasan bersyarat.

Anggota Komisi III DPR Muslim Ayub mengatakan hak keluar dari penjara tersebut bisa digunakan untuk pulang ke rumah atau ke mal.

Baca: Salah Satu Pasal yang Direvisi Menyangkut Penghinaan Terhadap Presiden atau Wakil Presiden

Baca: Buntut Gimmick Vicky Prasetyo Melamar Sahila Hisyam, Hal Ini Terjadi Pada Co-host Raffi Ahmad

Baca: VIRAL SEJAK KAMIS, Video Daging Rendang Berisi Narkoba, BNN Berhasil Ungkap Fakta Sebenarnya

"Terserah kalau dia mau cuti di situ. Apa pun yang dia lakukan itu asal didampingi oleh petugas lapas," ujar Muslim.

Muslim tidak khawatir bila cuti bersyarat seperti izin berobat disalahgunakan oleh narapidana.

Ia juga tidak khawatir narapidana dan petugas lapas bekerja sama menyalahgunakan cuti itu.

"Itu tinggal jati diri seorang petugas, dia mau bermain di situ atau tidak,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved