Berita Banjarmasin

Bau Sampah TPS Gadang Masuk Ruang Kelas SMPN 10 Banjarmasin, Dinas LH Sulit Cari Lahan Pengganti

Di sisi lain, selama puluhan tahun siswa SMPN 10 di Jalan AS Nasution Kelurahan Gadang, Banjarmasin Tengah, terganggu proses belajar mengajar.

Bau Sampah TPS Gadang Masuk Ruang Kelas SMPN 10 Banjarmasin, Dinas LH Sulit Cari Lahan Pengganti
banjarmasinpost.co.di/edi nugroho
Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan AS Nasution, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Selama puluhan tahun bau sampah di TPS tersebut masuk ke ruang-ruang kelas di SMPN 10 sehingga siswa harus menutup hidung saat belajar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - DINAS Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjarmasin, kesulitan mencari lahan pengganti Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan AS Nasution, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Di sisi lain, selama puluhan tahun, siswa SMPN 10 di Jalan AS Nasution, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah, terganggu proses belajar mengajarnya.

Sebab, bau tumpukan sampah dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sekitar sekolah tersebut masuk ke ruang-ruang kelas.

“Iya kami masih sulit mencari lahan pengganti TPS di Jalan AS Nasution. Kami sudah mencari lahan. Tapi tidak ada. Kalau ada lahan TPS, mana, akan kita beli. Tapi dimana. Jadi saat ini TPS tempat ditempatkan di jalan tersebut,” kata Kepala Dinas LH, Muhyar, Minggu (22/9/2019).

Baca: Sekda Kalsel Haris Makkie Lepas Jalan Sehat Dies Natalis ke-61 IKA ULM

Menurut Muhyar, selama ini warga Gadang juga membuang TPS di lokasi tersebut. Mungkin bau dari sampah itu berasal dari sampah-sampah milik pemulung. Dinas LH akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukang penertiban.

Ardiansyah, Kepsek SMPN 10 Banjarmasin, menyatakan bau sampah dari TPS tersebut juga sangat menganggu proses belajar mengajar. Nah, kondisi ini diharapkan ke depannya, dipikirkan oleh Pemko Banjarmasin. Idealnya, bau busuk sampah tidak masuk ke ruang kelas.

“Kan kasihan siswa saat belajar sering terganggu konsetrasinya oleh bau busuk sampah. TPS itu hanya beberapa meter di bangunan SMPN 10 Banjarmasin,” katanya.

Dijelaskannya, kadang sampai siang tumpukan sampah juga belum diangkut oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjarmasin sehingga baunya makin menjadi-jadi. Belum lama ini, SMPN 10 kedatangan beberapa anggota Satlantas Banjarmasin, menanyakan keberadaan TPS di Jalan AS Nasution tersebut.

“Petugas Satlantas sempat bertanya, kenapa ada TPS di badan Jalan AS Nasution sehingga menganggu arus lalulintas. Mudah-mudahan kondisi ini menjadi pemikiran Pemko Banjarmasin untuk mencarikan solusinya,” katanya.

Baca: Kadis LH Tanahbumbu Minta Perusahaan Tambang Bikin Voit, Sediment Trap Dinilai Masih Belum Cukup

Menurut Ardiansyah, dari informasi berkembang, sejumlah hotel di Banjarmasin juga membuang sampah ke TPS tersebut sehingga selalu terjadi penumpukan sampah. Di sekitar TPS, juga ada Pasar Gadang, SDN Gadang 1, Kantor Kelurahan Gadang dan Puskesmas Gadang.

“Jadi apakah tepat TPS diletakkan di dekat banyak fasilitas umum tersebut. Mohon jadi bahan evaluasi,” katanya.
Mantan Kepsek SMPN 10 yang baru menjadi Kepsek SMPN 6, Wandi, juga menyayangkan keberadaan TPS di Jalan AS Nasution yang sangat dekat dengan instansi pelayanan publik seperti pasar, sekolah, puskemas dan kantor kelurahan.

“Ini harusnya Pemko Banjarmasin, mengevaluasi keberadaan TPS tersebut dan segera direlokasi,” katanya.
Menurut Wandi, keberadaan pemulung pada siang hari juga sering mengacak-acak TPS Gadang sehingga sampah bertebaran di tengah jalan raya beraspal. Lalulintas saat pelajar SMPN 10 saat jam masuk dan pulang sekolah terganggu karena tumpukan sampah sampai ke jalan raya.

“Keberaadan TPS memang positif, tapi jangan sampai menganggu kegiatan pendidikan seperti jam belajar mengajar,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved