Berita Tabalong

Dibangunkan Fresh Market, Pedagang Ikan dan Ayam di Kelua Malah Jualan di Luar

Pedagang ikan dan ayam masih enggan menempati fasilitas fresh market di Kecamatan Kelua. Mereka memilih berjualan di luar bangunan

Dibangunkan Fresh Market, Pedagang Ikan dan Ayam di Kelua Malah Jualan di Luar
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Pedagang ikan dan ayam di Kecamatan Kelua masih enggan menempati fasilitas Fresh Market. Mereka memilih berjualan diluar bangunan tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Meski telah dibangunkan fasilitas fresh market  bagi pedagang penjual ikan segar dan kios untuk pedagang kebutuhan pokok  yang ada di Kecamatan Kelua, namun fasilitas ini kurang diminati pedagang.

Hingga saat ini pedagang ikan dan ayam masih enggan menempati fasilitas tersebut. Mereka mengharapkan adanya pembenahan karena bangunan yang tersedia kurang sesuai dengan yang mereka butuhkan.

 Tak heran jika pedagang ikan misalnya yang lebih memilih untuk berjualan dibagian luar pasar.

Seperti yang dilakukan Imah salah satu pedagang ikan sungai yang sudah bertahun tahun berjualan di Pasar Kelua ini.

Baca: BERLANGSUNG www.trans7.com! Live Streaming Moto2 Aragon 2019, Adik Marquez Pole Position. Ekky?

Baca: Diduga Selingkuh, Oknum ASN Pemkab Sumenep Ini Digerebek Istri di Hotel Bersama Seorang Bidan

Baca: Tersesat hingga Pingsan di Hutan, Beginilah Perjuangan Anggota Pemadam Kebakaran di Kaltim

Baca: Prediksi Laga Bigmatc Chelsea Vs Liverpool Liga Inggris, Kedua Tim Sedang Berada di Jalur Berbeda.

“Lebih banyak mendapatkan pembeli jika berjualan di luar karena sebagian pembeli malas masuk pasar yang hanya terdapat dua pintu dan satu pintu yang sering digunakan oleh pembeli.

 Sebelumnya bangunan di bagian belakang bangunan utama pasar merupakan los pasar yang masih terbuat dari kayu dan dibangunkan Pemerintah Daerah Tabalong menjadi bangunan yang lebih baik dengan bangunan permanen.

Namun sayangnya dibagian tengah untuk pedagang ikan dan ayam dibuat bersekat yang justru menyulitkan.

 Imah mengatakan dulu sebelum dibangun bangunan baru bangunan dalam bentuk los dang terdapat banyak celah yang bisa dugunakan pembeli untuk masuk.

“Kalau dulu pintunya banyak jadi pembeli bisa masuk lewat mana saja sehingga lebih ramai,” ungkapnya.

 Bangunan pasar ini mulai dibangun pada 2018 dengan anggaran Rp 5.5 miliar, Kepala Bidang Pengelola Pasar mengatakan untuk sekat dibagian tengah akan dibongkar disesuaikan dengan keinginan pedagang.

Baca: Suara Paula Verhoeven Meninggi saat Membaca Kalimat Cinta Suaminya Baim Wong untuk Citra Kirana

Baca: Ditemukan Kurus dengan Luka di Wajah, Foto Orangutan Ini Viral di Medsos

Baca: Uang Muka Kredit Mobil dan Motor Bakal Turun 10 Persen, Bank Indonesia Bakal Lakukan Ini

Dirinya juga berharap para pedagang yang masih berjualan diluar bangunan bisa masuk jika masih terdapat tempat.

“Kami akan terus berusaha untuk memberikan infrastruktur yang aman dan nyaman untuk para pedagang, dengan bangunan baru jelas lebih aman karena bangunan permanen dan untuk pedagang sembako juga lebih aman karena bangunan ruko dilengkapi dengan rolling door yang bisa dikunci, selain kunci ruko bangian pintu utama juga bisa dikunci sehingga mendapatkan pengamanan ganda” ungkapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved