Berita Kotabaru

DPRD Kalsel akan Bantu Kementrian PUPR untuk Penganggaran Jembatan Penyebrangan

Perkembangan Pembangunan jembatan Penghubung Pulau Laut Kotabaru dengan Batulicin Kabupaten Tanahbumbu kini masih terus berproses

DPRD Kalsel akan Bantu Kementrian PUPR untuk Penganggaran Jembatan Penyebrangan
banjarmasin post group/ helriansyah
Kondisi terkini proyek Jembatan Pulaulaut di sisi Kabupaten Kotabaru, Selasa (26/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Perkembangan Pembangunan jembatan Penghubung Pulau Laut Kotabaru dengan Batulicin Kabupaten Tanahbumbu kini masih terus berproses dan akan dilanjutkan.

DPRD Provinsi Kalimantan Selatan pun akan mendukung penuh dan siap bersinergi karena sudah ada kesepakatan kelanjutan jembatan yang sempat mangkrak selama dua tahun itu.

"Jembatan penghubung sudah ada kesepakatan untuk dibangun sejak saat peresmian di Zaman Gubernur Rudi Arifin di Tanahbumbu, dan sekarang ditindaklanjuti lagi oleh bupati Tanahbumbu dan Kotabaru serta Gubernur," kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, M Syaripudin, Minggu (22/9/19).

Kepada Banjarmasinpost.co.id, dirinya mendukung progres pembagunan dilanjutkan, baik dari segi penganggaran maupun nanti melakukan komunikasi dengan Pemerintah Pusat.

Baca: Perempuan Gebang Purworejo Risau, Sosok Misterius Beraksi Mencium dan Meraba-raba Tubuh Wanita

Baca: Kesombongan Merry Ungkap Sifat Buruk Nagita Slavina di Depan Raffi Ahmad Saat Temui Ayah Rafathar

Baca: 7 Fakta Video Asusila Mbak Cantik Berseragam PNS di Purwakarta, Ternyata Guru, Keduanya Dipecat

Dewan Provinsi siap membantu agar jembatan itu segera terwujud.

"Kami akan menyampaikan ke Kementerian PUPR. Kabarnya Senin Dinas PUPR Provinsi akan melakukan review dokumen studi kelayakan jembatan Kotabaru dan Tanbu, " katanya.

Terkait anggaran, hingga saat ini memang belum ada pembicaraan kelanjutan.

Sebelumnya, dana sharing 250 M masing-masing Kabupaten antara Tanbu dan Kotabaru.

Informasi anggaran masih belum resmi.

Namun bila anggaran minim atau kurang dari anggaran yang ditetapkan tiap tahunnya, tentu saja pembangunannya akan lambat selesai.

Sebab bangunan ini menelan amggaran 3,6 T.

Sementara itu, Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis, menanggapi adanya komentar dari DPRD Tanbu yang menganggap tidak terlalu diuntungkan.

"Saya berbicara secara luas, terlepas siapa yang diuntungkan dan tidak diuntungkan. Jembatan ini demi kepentingan banua juga dan bila ini terbangun, tentu akan menjadi ikon banua juga," kata Syairi.

Bahkan untuk perekonomian, menurutnya, Tanbu akan lebih diuntungkan bahkan lebih besar.

Alasannya, warga Kotabaru yang berada di kepulauan, mereka akan lebih memilih belanja ke Tanbu dibandingkan ke Kotabaru karena lebih dekat.

Sehingga bila berbicara soal siapa yang diuntungkan, Tanbu akan merasakan lebih besar dibandingkan Kotabaru.
Harapannya, bisa bersinergi dan progres jembatan ini bisa berlanjut dan bisa segera diselesaikan.

"Saya sudah berkomunikasi, katanya Tanbu sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 30 miliar di 2020. Nah kita di Kotabaru dengan kemampuan keuangan kita minimal bisa mengimbangi dan semoga bisa lebih besar dari Tanbu, kita lihat dulu kemampuan keuangan kita," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved