Breaking News:

Berita Tanahbumbu

Kadis LH Tanahbumbu Minta Perusahaan Tambang Bikin Voit, Sediment Trap Dinilai Masih Belum Cukup

Beberapa perusahaan yang masih beraktivitas melakukan kegiatan di wilayah Angsana dan Sungai Loban dianggap belum memperhatikan tata kelola lingkungan

Penulis: Herliansyah | Editor: Elpianur Achmad
Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Kepala DLHD Kabupaten Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Beberapa perusahaan yang masih beraktivitas melakukan kegiatan di wilayah Angsana dan Sungai Loban dianggap belum memperhatikan tata kelola lingkungan.

Kecuali PT BIB dan PT TIA sudah membangun sediment trap, namun dinilai belum efektif.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanahbumbu pun masih akan melakukan evaluasi.

Hal itu dikemukakan Kadis LH Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo kepada banjarmasinpost.co.id saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

Menurut Rahmat, belum bisa memastikan sediment trap sudah dibangun PT Borneo Indobara (BIB) dan PT Tunas Inti Abadi (TIA) apakah efektif atau tidak, karena masih perlu dilakukan pengujian.

"Kalau hasil penilaian masih kurang. Nanti tunggu saat musim hujan, efektif atau tidak. Sekarang (kemarau) belum bisa. Karena kami belum tahu bagaimana hasilnya (sediment trap)," jelas Rahmat kepada banjarmasinpost.co.id.

Baca: BREAKING NEWS - Mayat Wanita Tanpa Celana Ditemukan di Semak Pinggiran Jalan Sanang Palangkaraya

Baca: Kapolres Palangkaraya Bentuk Tim Ungkap Pembunuhan Wanita Tanpa Celana di Jalan Sanang

Baca: Kalteng Dukung Penuh Program Kerja Ketua DPP HIPMI Terpilih Mardani H Maming

Bangunan sediment trap dibangun dua perusahaan bergerak di bidang pertambangan batubara, bangunan tersebut berfungsi mengendapkan lumpur bekas tambang sebelum air mengalir ke sungai.

"Fungsi sediment trap mengendapkan lumpur. Tanah terbawa air masuknya ke sediment trap dulu. Air di dalam sediment trap mengalirnya tetap ke sungai, tapi lumpurnya mengendap dulu," terang Rahmat.

Kendati demikian, tambah Rahmat, tidak kecuali dua perusahaan sudah membuat sediment trap. Perusahaan-perusahaan lainnya belum membuat, Rahmat tetap mengharuskan.

Namun, ia meminta perusahaan-perusahaan tersebut juga tetap membuat/memanfaatkan lubang bekas tambang (Voit).

"Kalau itu (sediment trap) masih kurang. Kami minta masing-masing perusahaan. Tapi mereka (perusahaan) masih belum mau. Kami minta satu perusahaan satu, dan kami minta diselesaikan," jelasnya.

Karena voit berfungsi sebagai tempat semua penampungan. Selain voit juga akan bermanfaat untuk dimanfaatkan sebagai sumber air.

"Seperti voit milik BIB, kalau tidak salah di desa Banjarsari, kini jadi rebutan disaat musim (kemarau) seperti ini," ungkap Rahmat.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved