BPost Cetak

708 Bangunan Walet Turut Merambah, Lahan Sawah di Kalsel Terus Menyusut

Luas persawahan makin hari makin berkurang. pada 2013 luas lahan baku sawah Indonesia 7,75 juta hektare. Namun kini luasnya menjadi 7,1 juta hektare

708 Bangunan Walet Turut Merambah, Lahan Sawah di Kalsel Terus Menyusut
Banjarmasinpost Group
BPost Cetak Edisi Senin (21/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Luas persawahan makin hari makin berkurang. Berdasarkan data pemotretan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), pada 2013 luas lahan baku sawah Indonesia 7,75 juta hektare. Namun kini luasnya menjadi 7,1 juta hektare.

Pembangunan menggerusnya, tak terkecuali di Kalimantan Selatan. Sawah di sepanjang Jalan A Yani dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru berganti menjadi bangunan dan perumahan. Demikian pula di kabupaten.

Hasil dari investigasi Tim BPost, di Balangan, alihfungsi lahan pertanian ke permukiman terjadi pada ruas jalan Batumandi menuju Tanjung Kabupaten Tabalong.

“Alihfungsi itu masih begitu berpengaruh. Kebanyakan lahan yang dialihfungsikan itu menjadi rumah pribadi dan dibangun oleh mereka sendiri. Alihfungsi sangat kecil. Kalau kami hitung persentasinya 0,0 persen, artinya itu tidak terlalu signifikan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Balangan, Rahmadi Oeun.

Baca: Setelah Bunuh Perawat, Pria Ini Berusaha Menyetubuhi Mayatnya, Tapi Gagal karena Alat Vitalnya Loyo

Baca: Istri Histeris Lihat Suaminya Ditembak di Kepala oleh Polisi, Mobil Bandar Narkoba Masuk Parit

Baca: Aladdin Ditemukan Tewas Membusuk, Dahulu Pernah Simpan Jenazah Istri di Dalam Rumah

Baca: Imam Nahrawi Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK, 99 Pengacara Tawarkan Diri Dampinginya

Alihfungsi ini, kata Rahmadi, tidak berpengaruh pada hasil produksi pertanian, khususnya padi.

“Bahkan beberapa tahun terakhir Balangan mengalami surplus padi, karena produksinya yang meningkat,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Rahmadi, Balangan bakal menerapkan sistem Serasi pada kawasan rawa. “Kami terus berupaya meningkatkan produktivitas dari produksi padi tersebut,” ujarnya.

Di Banjarmasin, alihfungsi mengancam areal persawahan seluas 2.069,85 hektare.

“Lahan sawah sekitar 2.069,85 hektare itu milik warga. Sangat sulit bagi kami menjadikannya lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Karena pemilik tanah bisa saja sewaktu-waktu mengalihfungsinya,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarmasin Ir Lauhem Mahfuzi MAP.

Di kota, kata Lauhem, hanya ada sekitar 379 hektare lahan persawahan yang berstatus LP2B. Lokasinya antara lain di Kelurahan Basirih Selatan, Banjarmasin Timur, Pemurus Dalam dan Tanjung Pagar.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved