Waduk riam Kanan Mengering

Air Waduk Riam Kanan Menyusut, ini yang Paling Dikhawatirkan Petani Keramba

Kondisi air waduk Riam kanan yang menyusut karena kemarau membuat para pemancing dan pembudidaya ikan cemas, bagi pemancing cukup kesulitan mendapat

Air Waduk Riam Kanan Menyusut, ini yang Paling Dikhawatirkan Petani Keramba
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Senin (23/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kondisi air waduk Riam kanan yang menyusut karena kemarau membuat para pemancing dan pembudidaya ikan cemas, bagi pemancing cukup kesulitan mendapat ikan.

Sementara bagi pembudidaya khawatir ikan mati.

Terpantau dari pelabuhan kelotok yang berada di Jalan Ir Pangeran Mochamad Noor, Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan kondisi permukaan waduk sudah surut.

Kemarau berdampak pada berkurangnya debit air Waduk Riam Kanan.

Kelotok yang menjadi moda transportasi utama warga beberapa desa tertambat lebih jauh dari biasanya di bibir Pelabuhan Desa Tiwingan Lama.

Baca: Foto Yuni Shara dan Atta Halilintar Panen Sindiran, Mantan Raffi Ahmad Bela Seteru Bebby Fey?

Baca: Celana Reino Barack Bikin Salah Fokus Saat Syahrini dan Aisyahrani Berlibur ke Italia

Baca: Bandingkan Gaji Fantastis Sopir Raffi Ahmad dan Hotman Paris, Suami Nagita Kalahkan Seteru Farhat?

Surut debit air waduk, menyuguhkan pemandangan lain.

Tiang-tiang penyangga seolah mengangkat teras rumah warga lebih tinggi.

Cokelat keemasan warna tanah, menjadi garis pembatas yang semula tak terlihat antara air dan daratan.

"Air waduk berkurang sekali nah. Kalau air surut ini mas yang pasti nafsu makan ikan bakurang, bila harinya panas tidak ada gelombang ikan bisa mati juga karena bisa kekurangan oksigen," ucap Hadianor, satu dari ratusan pembudidaya ikan keramba di Tiwingan lama Waduk riam kanan.

Dia mengatakan di Desa Tiwingan lama ada sekitar 150 petani ikan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved