Berita Kalteng

Asap Pekat Libur Sekolah Diperpanjang, Dewan Palangkaraya Minta Korporasi Bakar Lahan Ditindak

Kabut asap dampak kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Tengah, masih pekat terutama di Palangkaraya, status udaranya masih pada level sangat tidak

Asap Pekat Libur Sekolah Diperpanjang, Dewan Palangkaraya Minta Korporasi Bakar Lahan Ditindak
faturahman
Neni Adriati Lambung

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kabut asap dampak kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Tengah, masih pekat terutama di Palangkaraya, status udaranya masih pada level sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Akibat masih pekatnya kabut asap tersebut, Wali Kota Palangkaraya dan Dinas Pendidikan Kalteng memperpanjang libur sekolah hingga seminggu kedepan.

Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya pun masih terganggu asap, rata-rata penerbangan dilakukan malam hari saat konsentrasi kabut asap kurang.

Sebagian pesawat penerbangan yang biasa beroperasi di Bandara H Asan Sampit maupun Bandara Tjilik Riwut, penumpangnya dialihkan ke Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru, Kalsel.

Baca: Meninggal Saat Melahirkan dan Dibawa Turun Naik Bukit, Anak-Anak Wanita Ini Bikin Netizen Haru

Baca: Pamer Tas Popok Nikita Mirzani Sindir Dipo Latief, Sejenak Lupakan Elza Syarief dan Sajad Ukra?

Baca: Sindiran Pedas Tata Janeeta pada Artis Kontroversial, Teman Maia Estianty Sindir Barbie Kumalasari?

Baca: Jadi Pembunuh Nomor Satu, 4 Artis Ini Harus Menyerah Saat Terkena Penyakit Jantung

Berdasarkan surat edaran melalui Kadisdik Palangkaraya, memerintahkan semua Kepsek (PAUD, SD, SMP ) memperpanjang libur proses belajar mengajar di sekolah selama seminggu, mulai tanggal 23 sampai 28 September mendatang.

Hal yang sama juga dilakukan Kadis Pendidikan Kalteng, Slamet Winaryo, yang juga memperpanjang masa libur proses belajar mengajar di sekolah selama sepekan kedepan berkenaan masih belum adanya penurunan kualitas udara yang berbahaya, terutama di Kota Palangkaraya dan Sampit.

Maka libur sekolah untuk satuan pendidikan tingkat SMA/SMK/SLB, khususnya di Kota Palangkaraya dan Sampit diperpanjang, sejak hari Senin 23 hingga Sabtu 28 September mendatang masuk sekolah kembali.

"Proses belajar mengajar dialihkan ke rumah, siswa diminta belajar di rumah, melalui pekerjaan rumah," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Palangkaraya, Neni Adriati Lambung, meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit yang lahannya terbakar atau dibakar untuk diproses secara hukum.

"Masyarakat diminta tidak membakar lahan untuk membuka lahan pertanian atau ladang, karena akan kena sanksi hukum, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang lahannya terbakar harus diproses hukum, karena lahan koorporasi yang terbakar menjadi penyumbang besar kabut asap yang saat ini terjadi," ujarnya.

Polda Kalteng, saat ini mendata sedikitnya ada lima belas lahan korporasi yang terbakar, pihak kepolisian dibantu tenaga ahli dari KLH mulai memproses hukum, kebakaran lahan di perkebunan besar kelapa sawit yang ada di Kalteng termasuk di Sebangau Palangkaraya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved