BPost Cetak

Berkunjung ke Rumah Pintar Supian di Angsau Pelaihari, Puluhan Anak Tak Mampu Belajar Tiap Hari

Rumah Supian sudah lama dikenal sebagai rumah belajar. Warga sekitar pun mengetahui tujuan anak-anak datang ke rumah Supian.

Berkunjung ke Rumah Pintar Supian di Angsau Pelaihari, Puluhan Anak Tak Mampu Belajar Tiap Hari
BPost Cetak
Rumah Supian sudah lama dikenal sebagai rumah belajar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menjadi pengajar tak selalu harus lulusan fakultas pendidikan. Hal itulah yang melandasi Supian Hadi untuk terus berbagi ilmu meskipun bukan berprofesi sebagai guru.

Setiap hari di rumahnya di Jalan Berkat Permai Raya Kelurahan Angsau Pelaihari Kabupaten Tanahlaut, ada puluhan anak yang datang untuk membaca, belajar bahkan meminta bantuan mengerjakan pekerjaan rumah.

Rumah Supian sudah lama dikenal sebagai rumah belajar. Warga sekitar pun mengetahui tujuan anak-anak datang ke rumah Supian.

Sejak 2015, rumahnya disulap menjadi Rumah Pintar Lam. Tak hanya memberikan pembelajaran kepada anak-anak di lingkungan sekitar, Supian menyediakan ratusan buku yang bisa menjadi bahan bacaan.

Baca: Smart SIM Bisa Dipakai Belanja

Baca: Laman Kemendagri Diretas, Muncul Gambar Tabur Bunga Nisan KPK

Baca: 708 Bangunan Walet Turut Merambah, Lahan Sawah di Kalsel Terus Menyusut

Baca: Gol-gol Rekrutan Baru Liga Italia, Franck Ribery Cetak Sejarah di Fiorentina

“Dulu buku-bukunya punya saya dari sekolah sampai kuliah. Tapi kemudian ada donatur hingga sekarang ada sekitar 500 buku,” terangnya, Minggu (22/9/2019).

Supian sebenarnya merupakan sarjana hukum dari sebuah universitas di Yogyakarta. Tak ada ilmu pendidikan yang pernahi ia pelajari. Namun berkat kegigihannya, sudah ada sekitar 70 anak yang belajar di rumahnya.

Pada awalnya, terang Supian, dia hanya mengajar lima orang. Kemudian bertambah menajdi 30 orang dan kini ada 70 orang anak terdaftar. Mereka mulai dari anak taman kanak-kanak hingga SMP. Ia pun kini juga sudah mendapatkan bantuan dari teman-temannya yang mau menjadi relawan mengajar.

Supian mengaku memiliki pengalaman mengajar saat menjadi relawan mengajar anak-anak tidak mampu di Yogyakarta ketika kuliah.

Setelah lulus kuliah pria asal Pelaihari ini kembali ke kampung halaman. Dia melihat di sekitar rumahnya, banyak anak tidak mampu. Oleh karenanya ia tergerak untuk membuat rumah pintar yang memberi pengajaran gratis kepada anak.

“Saya pikir kenapa tidak untuk memberikan pendidikan gratis juga untuk anak-anak di kampung halaman sendiri,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved