Berita Tapin

Bersihkan Lahan dengan Dibakar, Petani Sungai Kandang di Tapin Dijadikan Tersangka Pembakar Lahan

Warga Dusun Sungai Kandang, Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), ditetapkan sebagai tersangka.

Bersihkan Lahan dengan Dibakar, Petani Sungai Kandang di Tapin Dijadikan Tersangka Pembakar Lahan
HO/Humas Polres Tapin
Ucung ditanyai Satgas Karhutla saat kebakaran lahan melanda lahamnya, Senin (23/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ucung (54) petani lanjut usia itu dijemput anggota Unit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polres Tapin di rumahnya Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, Senin (23/9/2019).

Warga Dusun Sungai Kandang, Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), ditetapkan sebagai tersangka melanggar pasal 187 ayat 1 KUHP

Penetapan tersangka itu hasil rangkaian proses penyelidikan hingga penyidikan polisi terkait peristiwa kebakaran lahan yang luasnya 17x17 meter.

Lahannya yang terbakar itu berada di Dusun Sungai Kandang, Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, pada 23 Agustus 2019 lalu, sekitar Pukul 15.30 Wita.

Baca: Satreskrim Polres Banjar Pasang Plang Larangan dan Garis polisi di Areal Karhutla Kabupaten Banjar

Baca: Hujan Turun, Satgas Karhutla Diminta Waspada, Pagi Bandara Masih Ada Asap, 7 Penerbanganan Terganggu

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, pelaku sengaja membakar lahan miliknya itu dengan korek api gas dan ban dalam sepeda motor bekas.

Pembakaran lahan itu dengan maksud ingin membersihkan lahannya dari semak belukar untuk ditanami.

Namun dampak dari kebakaran lahan itu, asap muncul itu membuat petugas penanggulangan karhutla mendatangi dan mematikan kobaran api tersebut.

Kabag Ops Polres Tapin, AKP Raindhard Maradona menjelaskan pengungkapan kasus pembakaran lahan itu dari proses penyelidikan hingga penyidikan.

"Tujuannya memberi efek jera bagi pelaku pembakar lahan. Meski lahannya hanya belasan meter yang dibakar tetap diberikan tindakan karena asap dari kebakaran itu mengganggu pernafasan orang lain yang ingin mendapatkan udara segar," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved