Berita Banjarbaru

Hujan Turun, Satgas Karhutla Diminta Waspada, Pagi Bandara Masih Ada Asap, 7 Penerbanganan Terganggu

Meski siang ada hujan, tapi pagi harinya asap tebal masih menyelimuti Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru.

Hujan Turun, Satgas Karhutla Diminta Waspada, Pagi Bandara Masih Ada Asap, 7 Penerbanganan Terganggu
KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR
Kabut asap pekat menyelimuti Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, pada Kamis (129/9/2019) pagi menyebabkan 7 penerbangan tertunda keberangkatannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meski siang ada hujan, tapi pagi harinya asap tebal masih menyelimuti Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru.

Akibat asap yang tebal ini pun kali mengakibatkan tujuh penerbangan terganggu.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria, membenarkannya.

Menurutnya diketahui jarak pandang (visibility) di kawasan bandara 50-400 meter pada pagi hari.

"Kabut asap di Banjarbaru, Kalsel tebal, jarak pandang terbatas hanya 400 meter. Kondisi ini juga menyebabkan jadwal penerbangan kembali terganggu," tandas Aditya.

Baca: Antisipasi Karhutla Warga Pandahan Bati-bati Tanahlaut Bersihkan Lahan Sekitar Permukiman

Dipaparkan Aditya Putra Patria, sedikitnya tujuh jadwal penerbangan, kedatangan dan keberangkatan, melalui Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, di Banjarbaru mengalami keterlambatan.

"Ada enam yang delay mau berangkat, dan satu penerbangan mau ke Banjarmasin juga didelay, jadi total tujuh pengaruhnya," kata Aditya Putra Patria.

Namun setelah itu, sambung Aditya penerbangan kembali normal, ketika sudah di atas pukul 08.30 Wita ke atas.

Dirincinya delay pesawat dialami pesawat Lion Air JT-311 dari Banjarmasin tujuan Surabaya, JT-321 Banjarmasin-Cengkareng, Wings Air 1394 Banjarmasin-Balikpapan, JT-521 Banjarmasin-Jogja, hingga Garuda GA-533 Banjarmasin-Cengkareng. Demikian pula dengan kedatangan sejumlah penerbangan, yang sempat mengalami keterlambatan karena pekat asap yang menyelimuti bandara Syamsudin Noor pada pagi hari.

Kepala BPBD Kalsel, di Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kalimantan Selatan memaparkan laporan harian pagi ditengara ada titik hot spotpada Senin ini (23/9) terdapat 86 titik yang tersebar di berbagai kawasan.

Menurut Wahyuddin, meskipun ada hujan harinini , tim Satgas Karhutla tetap harus waspada karena masih diperkirakan musim hujan turun pada bulan Oktober

Baca: Antisipasi Karhutla, TNI dan Polri Dirikan Pos Terpadu di Banjarmasin Selatan

Sahruddin, selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalimantan Selatan berharap kepada BMKG bisa menyampaikan langsung potensi hujan karena, kalau pagi hari cerah.

"Nah untuk siang hari itu ada enam kabupaten dan kota yang berpotensi hujan lokal. Ini meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Bumbu," ujar Sahruddin.

Hingga Senin ini, luasan hutan dan lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan sudah mencapai 4.596 hektare, luasan hutan yang terbakar adalah 1.538 hektare, yang tersebar di kabupaten dan kota. (banjarmasinpost.co.id /lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved