Berita Banjarmasin

JADI MITOS, Petahana Wali Kota Banjarmasin Takkan Bisa Jabat Dua Periode, Begini Kata Pengamat

Sudah berlangsung selama beberapa periode kepemimpinan Wali Kota Banjarmasin, tak ada petahana yang bisa mempertahankan jabatan sebagai

JADI MITOS, Petahana Wali Kota Banjarmasin Takkan Bisa Jabat Dua Periode, Begini Kata Pengamat
Banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Dr Taufik Arbain. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sudah berlangsung selama beberapa periode kepemimpinan Wali Kota Banjarmasin, tak ada petahana yang bisa mempertahankan jabatan sebagai orang nomor satu di Kota Seribu Sungai selama dua periode berturut-turut.

Hal ini pun berkembang menjadi mitos tersendiri baik di kalangan politisi maupun masyarakat Banjarmasin.

Menyebarluasnya mitos tersebut di Kota Banjarmasin juga dibenarkan Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Taufik Arbain.

Hal ini menurutnya ditunjukkan dengan selalu ramainya bursa Calon Kepala Daerah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Banjarmasin termasuk jelang Pilkada Serentak Tahun 2020 mendatang.

Baca: BREAKING NEWS - Hujan Lebat Guyur Kota Banjarmasin dan Kertak Hanyar, Alhamdulillah

Baca: Hasil Liga 1 2019, Persija Jakarta Vs Barito Putera, Simic Gagal Cetak Gol, Babak Pertama Imbang 0-0

Baca: Prediksi Melahirkan Puput Nastiti Devi Istri Ahok (BTP), Tubuh Mantan Veronika Tan Malah Disorot

Benar saja, sederet nama sudah sempat nyatakan akan siap maju pada Pilkada Kota Banjarmasin, sebut saja Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Hj Ananda, Petahana Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Hermansyah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Hj Karmila, Ketua KNPI Kalsel, Fazlur Rahman termasuk pula Petahana Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Walaupun sebagian diantaranya sudah memiliki jabatan sebagai Wakil Rakyat, namun mereka nyatakan tak ragu untuk melepaskan jabatan tersebut jika dipercaya untuk bertarung perebutkan Kursi Wali Kota Banjarmasin.

"Figur non incumbent memiliki potensi kalahkan incumbent di Banjarmasin. Kalkulasi ini telah diperhitungkan masing-masing bakal calon," kata Dr Taufik.

Namun menurut pandangannya, mitos tersebut hanya sebatas mitos, bukan sebagai keniscayaan dan bisa saja runtuh kapan saja.

Ia menilai kalah atau menangnya pasangan calon ditentukan pada Pemilih.

Dr Taufik membagi Pemilih di Kota Banjarmasin menjadi tiga kategori, yaitu Pemilih transaksional, Pemilih emosional dan Pemilih Rasional.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved