Berita Kabupaten Banjar

Satreskrim Polres Banjar Pasang Plang Larangan dan Garis polisi di Areal Karhutla Kabupaten Banjar

Di Desa Munggu Raya, Kecamatan Martapura Barat, serta di Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk telah dipasangi plang larangan dan garis polisi.

Satreskrim Polres Banjar Pasang Plang Larangan dan Garis polisi di Areal Karhutla Kabupaten Banjar
Istimewa/Polres Banjar
Satreskrim Polres Banjar dipimpin Ipda Nur Arifin nelakukan olah TKP bersama Unit Inafis dan melakukan pemasangan Plang Larangan memasuki areal bekas karhutla. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tiga kasus pembakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polres Banjar telah ditangani. Di Desa Munggu Raya, Kecamatan Martapura Barat, serta di Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk telah dipasangi plang larangan dan garis polisi pada Senin (23/9).

Kemudian menyusul di wilayah Gambut yang akan dilakukan pemasangan plang dan garis polisi serta olah TKP yang akan dilakukan pada hari Selasa (24/9/2019).

Sebelumnya, Unit Kriminal Khusus (Krimsus) dan Unit Identifikasi Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Banjar yang tergabung dalan Satuan Tugas Penegak Hukum (Satgas Gakkum) Karhutla 2019, melaksanakan pemasangan plang spanduk larangan memasuki kawasan serta pemasangan garis polisi di dua TKP sekaligus pada, Senin (23/9/2019) siang tadi.

Baca: Polres HSU Gelar Salat Istisqa, Wakapolres Sampaikan Pesan Ini

Baca: Hujan Turun, Satgas Karhutla Diminta Waspada, Pagi Bandara Masih Ada Asap, 7 Penerbanganan Terganggu

Pemasangan plang yang dipimpin oleh Kanit Tipidter, Ipda Nur Arifin bersama dengan Kaur Ident, Brigadir Viccy Oktarianto serta tiga orang anggota lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu M. Rizqi Fernandez melalui Kanit Tipidter Polres Banjar, Ipda Nur Arifin kepada reporter banjarmasinpost.co.id mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemasangan plang spanduk untuk larang bagi masyarakat agar tidak memasuki kawasan bekas karhutla sera memasang garis polisi.

"Jadi kami sudah melakukan pemasangan plang larangan agar masyarakat tidak memasuki kawasan bekas karhutla, pasalnya untuk saat ini kami masih melakukan olah TKP," ujar Arifin.

Perwira Polisi berpangkat balok satu tersebut menyampaikan, bahwa dua TKP yang telah dilakukan pemasangan plang dan garis polisi tersebut adalah di Desa Munggu Raya, Kecamatan Martapura Barat, serta di Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk.

Dipimpin Ipda Nur Arifin melakukan olah TKP bersama Unit Inafis. Sat Reskrim Polres Banjar melakukan pemasangan Plang Larangan memasuki areal bekas karhutla. Istimewa Polres Banjar
Dipimpin Ipda Nur Arifin melakukan olah TKP bersama Unit Inafis. Sat Reskrim Polres Banjar melakukan pemasangan Plang Larangan memasuki areal bekas karhutla. Istimewa Polres Banjar (banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan)

Dari keterangannya, membakar lahan di Desa Munggu Raya berinisialkan AMD (50) dengan luas wilayah dibakar tiga hektar.

"Untuk di Gudang Hirang, tersangka yang telah ditangkap oleh rekanan dari TNI dengan inisial JN (27), dengan luas areal yang dibakar seluas 1000 meter persegi," ucap Arifin.

Baca: Antisipasi Karhutla Warga Pandahan Bati-bati Tanahlaut Bersihkan Lahan Sekitar Permukiman

Baca: KLHK Segel 52 Lahan Konsensi Perusahaan yang Diduga Terkait Karhutla

Tersangka atas nama AMD terang Arifin, berdalih melakukan pembakaran lahan untuk menghalau api yang ingin memasuki ladangnya.

"Tersangka yang membakar lahan di Desa Munggu Raya didapati anggota kami saat melakukan pembakaran lahan dengan alasan untuk menghalau api yang ingin masuk ke ladang perkebunannya, namun kami masih melakukan penyelidikan dan sudah memasang plang serta garis polisi di areal yang dibakar," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ipda Nur Arifin mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

"Karena dampak dari karhutla sangat besar bagi kesehatan, terutama penyakit ispa yang akan dangat rentan menyerang kita," ucapnya.

Baca: Kepolisian Telah Menetapkan 249 Individu dan 6 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla

Baca: Sejak Juli hingga September 2019, Polisi Telah Menetapkan Lima Tersangka Karhutla di Kalsel

Selain itu Arifin mengatakan bahwa pihaknya tengah menangani tiga kasus pembakaran hutan dan lahan yang ada di wilkum Polsek Banjar, selain dua yang telah disebutkan di atas, juga melakukan penyidikan di wilayah Gambut yang akan dilakukan pemasangan plang serta garis polisi dan olah TKP yang akan dilakukan pada hari Selasa (24/9/2019) besok.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved