Kriminalitas Kalteng

Pembunuhan Wanita Tanpa Celana, Ternyata Sebelum Tewas Dicekik Korban Sempat Berontak

Penyidik kepolisian Polres Palangkaraya, Kalimantan Tengah, masih mendalami kasus pembunuhan Ika Prihatiningsih (20) yang dibunuh oleh pamannya

Pembunuhan Wanita Tanpa Celana, Ternyata Sebelum Tewas Dicekik Korban Sempat Berontak
polres palangkaraya
Rekonstruksi kasus pembunuhan ponakan yang dilakukan oleh pamannya sendiri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Penyidik kepolisian Polres Palangkaraya, Kalimantan Tengah, masih mendalami kasus pembunuhan Ika Prihatiningsih (20) yang dibunuh oleh pamannya sendiri Suwito Widadno (55) dan jenazahnya ditemukan dua minggu setelah kejadian.

Polres Palangkaraya, telah melakukan rekonstruksi kasus penganiayaan hingga tewas terhadap Ika Prihatiningsih yang dilakukan oleh Pamannya sendiri Suwito Widadno (55) warga Jalan Cendrawasih Desa Sabangau Jaya Kecamatan Sabangau Kuala Kabupaten Pulangpisau.

Informasi dari pihak kepolisian, sebelum ditemukan tewas, korban sempat selama tiga hari tinggal di rumah Suwito (55) yang beralamat di Jalan Banteng XXIII Nomor.37 B Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya.

Baca: Video Viral Penampakan Naga di Sungai Kalteng Bikin Heboh, Ada yang Sebut Fenomena Biasa, Faktanya

Baca: Video Ustadz Abdul Somad Arti Al Faqr: Makin Hari Saya Ceramah, Makin Banyak Orang Ngamuk, Biar Aja

Baca: Syahrini Datangi Tempat Impian Luna Maya Bersama Reino Barack dan Aisyahrani

"Korban Ika tinggal bersama paman dan dua ponakannya ketika dia ke Palangkaraya, saya kenal dengan pelaku dan istrinya yang saat ini sah pisah, karena istrinya kawin lagi sehingga pelaku tinggal bersama putrinya dan kadang juga korban menginap di rumah pelaku," ujar Udin, rekan pelaku, Selasa (24/9/2019).

Menurut Udin, dulunya pelaku sempat bekerja dengannya, makanya dia kaget setelah mengetahui pelaku pembunuhan terhadap Ika adalah pamannya sendiri.

"Aku kenal dengan pelaku, dia bekas anak buahku, tapi itu sudah lama, sekarang dia jadi tukang bangunan, dan lama ga ketemu denganku," ujarnya.

Sementara itu, dari hasil rekonstruksi yang dilakukan oleh polisi, pelaku memerankan 23 adegan sebelum dan sesudah pembunuhan, yang di mulai saat korban dan tersangka dengan mengunakan sepeda motor masuk ke Jalan Sanang, TKP pembunuhan tersebut.

Saat di sekitar TKP, tersangka Suwito memiliki niat untuk menyetubuhi korban namun korban tidak mau atau menolak, akhirnya terjadi pergulatan antara korban dan pelaku, saat itu, korban sempat dibanting ke tanah, karena berusaha melawan dan berteriak meminta tolong, tersangka panik dan akhirnya mencekik korban hingga tewas.

Setelah tewas tersangka melucuti celana panjang dan celana dalam yang dipakai korban, dia mengaku tidak sempat memperkosa korban karena panik, kemudian dia memperagakan saat memasukkan jenazah ke parit.

Tersangka kemudian membuang celana panjang dan celana dalam serta sandal yang dipakai korban.

"Saat itu pelaku mengambil telepon selular korban sebelum pulang ke rumahnya," ujar Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar.

Lebih jauh Kapolres mengatakan, sejak ditemukan pihaknya langsung melakukan penyelidikan, kemudian Minggu (22/9/2019) pagi, polisi bisa menghadirkan orangtua korban untuk mengidentifikasi jenazah, korban adalah benar anaknya, sehingga akhirnya polisi menelusuri saat korban pergi bersama pamannya dan akhirnya diketahui pelakunya adalah pamannya sendiri.

banjarmasinpost.co.id / faturahman.

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved