Berita Kalteng

Pemprov Kalteng Siapkan Pengobatan Gratis Penderita ISPA, Hujan Turun Asap Malah Makin Parah

Ini diduga dipicu adanya hujan yang turun dan membasahi lahan gambut yang terbakar namun dengan intensitas rendah dan jarang.

Pemprov Kalteng Siapkan Pengobatan Gratis Penderita ISPA, Hujan Turun Asap Malah Makin Parah
tribunkalteng.com/fathurahman
Udara Palangkaraya tercemar debu kebakaran hutan dan lahan, sehingga menjadi sangat tidak sehat berdasar kan Indeks Standar Pencenaran Udara (ISPU). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah hingga, Selasa (24/9/2019) tampak makin parah. Ini diduga dipicu adanya hujan yang turun dan membasahi lahan gambut yang terbakar namun dengan intensitas rendah dan jarang.

Setidaknya dalam sepekan ini sempat terjadi dua kali hujan dalam intensitas rendah yang mengguyur Palangkaraya, namun hujan tersebut diduga yang memicu semakin pekatnya kabut asap, karena lahan gambut yang terbakar hanya bagian atasnya saja sedangkan bagian dalam masih berupa bara api.

Pembasahan lahan gambut akibat hujan yang turun ke bumi tidak konsisten atau tidak secara periodik dan dengan intensitas rendah memicu semakin pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sehingga libur sekolah pun diperpanjang hingga semunggu ke depan.

Baca: Hujan Turun, Satgas Karhutla Diminta Waspada, Pagi Bandara Masih Ada Asap, 7 Penerbanganan Terganggu

Baca: Satreskrim Polres Banjar Pasang Plang Larangan dan Garis polisi di Areal Karhutla Kabupaten Banjar

Pantauan udara Palangkaraya, Selasa (24/9/2019) makin parah, konsentrasi asap semakim tebal, bau asap semakin menyengat dan membuat sebagian warga sesak nafas, sehingga makin banyak warga yang datang ke rumah oksigen untuk mendapatkan udara segar,karena udara Palangkaraya tercemar debu.

Sekda Provinsi, Kalteng, Fahrizal Fitri, mengatakan dalam kondisi yang buruk, dan banyak pasien ISPA, pihaknya telah menyiapkan ruangan oksigen di beberapa tempat dan menggratiskan pengobatan bagi warga yang terserang ISPA sebagai bentuk pelayanan korban terpapar ISPA.

"Untuk pengobatan pasien yang terserang ISPA akan digratiskan pengobatannya, namun tidak untuk penyakit lainnya, ini sudah ada prosedurnya. Untuk libur sekolah juga disamakan antara pelajar taman kanak-kanak hingga SLTA, sehingga seragam, khususnya bagi daerah yang kabut asapnya tebal," ujarnya.

Sementara itu, warga yang mengungsi keluar Palangkaraya makin banyak, karena kondisi kabut asap di Palangkaraya semakin pekat, namun untuk penerbangan kebanyakan lewat Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalsel , karena banyak penerbangan di Bandara Tjilik Riwut yang dibatalkan akibat asap.

Informasi dari, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, tercatat, jumlah penderita ISPA pada minggu ke 37 mencapai 3.394 orang atau mengalami kenaikkan mencapai 495 orang dari minggu ke 36 yang mencapai 2.899 orang.

Baca: Kirimkan Ribuan Ton Bantuan Logistik, ACT Siap Layani Korban Kabut Asap #BantuMerekaBernapas

Baca: Terhalang Kabut Asap, Wisatawan Gagal Saksikan Fenomena Kulminasi Matahari Pontianak

Dinkes membentuk Emergency tim dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga dan petugas lapangan yang terdapak asap.

"Sejak Bulan Agustus 2019 warga masyarakat yang telah dilayani hingga saat ini mencapai 2.400 orang.Kami juga membuka ruang sehat oksigen pada 149 tempat se Kalteng yang ada di puskesmas sebanyak 159 unit, rumah sakit mencapai 20 unit," ujar Kadis Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul.

Dia juga, mengatakan, banyak juga kelompok masyarakat yang membangunnya sendiri rumah oksigen, seperti relawan dan OPD sebanyak 15 unit, bahkan ada tiga tempat yang menyediakan tempat khusus untuk balita."Ruang sehat secara keseluruhan hingga kini telah melayani lebih dari 910 orang.
(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved