Yayasan Adaro Bangun Negeri

Adaro Mengenalkan Teknologi Pirolisis Kepada Petani Karet di Kabupaten Balangan

Desa Kalahiang berada di Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan, dengan jumlah 644 jiwa mayoritas masyarakatnya

Adaro Mengenalkan Teknologi Pirolisis Kepada Petani Karet di Kabupaten Balangan
YABN
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Balangan Ir. Tuhalus (kiri) secara simbolis menerima asap cair ecodeorub hasil produksi koperasi sungai kihung lestari diserahkan oleh ketua koperasi (kanan) dalam acara panen perdana kebun karet hamparan desa kalahiang, Kabupaten Balangan, Kalsel,(29/10/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALANGAN - Desa Kalahiang berada di Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan, dengan jumlah 644 jiwa mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dengan berprofesi sebagai petani karet.

Turun temurun cara pengolahan karet diwarisi dari pendahulunya. Namun tak jarang masyarakat sebelumnya masih menggunakan metode tradisional, bahan olahan karet yang telah disadap direndam terlebih dahulu disungai agar menambah volume berat karet yang dimiliki.

Desa Kalahiang berada di Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dengan berprofesi sebagai petani karet. Petani melakukan pembibitan.
Desa Kalahiang berada di Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dengan berprofesi sebagai petani karet. Petani melakukan pembibitan. (YABN)

Secara perlahan hal tersebut kemudian berdampak pada pencemaran lingkungan, air sungai yang tidak jarang masih dimanfaatkan oleh masyarakat desa sebagai sumber keperluan sehari-hari terpapar zat kimia pengental karet hasil perendaman.

Dari kondisi tersebut Adaro melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) bersama dengan Koperasi SKL dan masyarakat desa merumuskan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk mencari alternatif bahan pengental karet yang ramah lingkungan sekaligus dapat meningkatkan harga jual karet di pasaran.

Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan melakukan proses kondensasi pengembunan  asap  untuk menjadi asap cair.
Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan melakukan proses kondensasi pengembunan asap untuk menjadi asap cair. (YABN)

Melalui serangkaian pendampingan, para petani yang berada di 2 desa bertetangga yakni, Kalahiang dan Hujan Mas ini memutuskan untuk membentuk lembaga Koperasi Serba Usaha (KSU) Sungai Kihung Lestari dengan beranggotakan lebih dari 40 orang petani karet.

Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan.
Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan. (YABN)

Penguatan administrasi dan pendampingan pengembangan unit usaha diberikan. YABN mengenalkan teknologi pirolisis kepada para petani. Pirolisis adalah teknologi untuk menghasilkan asap cair (ecodeorub) dengan metode penyublim hingga merubah bahan baku menjadi asap dan cairan.

Cangkang biji karet menjadi bahan utama proses pembuatan asap cair, “Alasan penggunaan bahan baku ini karena cangkang biji karet sangat mudah ditemukan namun belum dimanfaatkan secara maksimal” Ungkap Arsyad Ketua Koperasi Sungai Kihung Lestari.

Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan melakukan menyadapan.
Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan melakukan menyadapan. (YABN)

Setelah dilakukan serangkaian uji, lanjut Arsyad. Hasil produksi asap cair menggunakan bahan baku cangkang biji karet tergolong cukup banyak daripada bahan baku lain. Selain itu, setelah melalui masa pengujian waktu pembekuan lateks menggunakan asap cair berbahan baku cangkang biji karet ini tergolong sangat cepat.

“Tidak sampai 4 menit karet yang diberi asap cair bisa langsung beku, belum lagi penggunaan asap cair mempengaruhi kadar kering pada karet bisa mencapai 80% bahkan lebih yang tentunya secara tidak langsung meningkatkan nilai jual karet kami, belum lagi menggunakan asap cair tidak menimbulkan bau menyengat pada karet, tidak seperti jika menggunakan pupuk.” Tambah Arsyad menjelaskan

Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan melakukan menyadapan.
Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan melakukan menyadapan. (YABN)

Sebelum menggunakan ecodeorub, harga jual karet di pasaran hanya berkisar antara 6 ribu rupiah per kilogramnya. Setelah menggunakan ecodeorub, harga karet meningkat hingga 10 ribu bahkan lebih, rata-rata pendapatan petani pun ikut meningkat.
Selain unit usaha produksi asap cair, Koperasi Sungai Kihung Lestari juga mengembangkan pembibitan karet unggul menggunakan metode okulasi, tercatat sudah ada ribuan bibit yang dijual belikan.

Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan.
Petani karet di Desa Kalahiang Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan. (YABN)

Kegiatan pemberdayan masyarakat ini selain telah berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat, juga telah berhasil mengubah perilaku petani karet di Desa Kalahiyang dan sekitarnya, dari yang awalnya melakukan perendaman karet di sungai menjadi menggunakan ecodeorub yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi lebih tinggi. Selain itu juga berhasil memperbaiki kualitas air sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di desa Kalahiyang.(AOL/*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved