Tajuk

Akhirnya Punya (Aset) Rumah Sakit

RSU Sultan Suriansyah yang terletak di tepi Jalan Rantauan Darat, Kelayan Selatan, akhirnya diresmikan oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Akhirnya Punya (Aset) Rumah Sakit
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani
Wali kota Banjarmasin H Ibnu Sina saat meresmikan RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BERTEPATAN dengan usia 493 tahun Kota Banjarmasin, Rumah Sakit Umum (RSU) Sultan Suriansyah yang terletak di tepi Jalan Rantauan Darat, Kelayan Selatan, akhirnya diresmikan oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, pada Selasa (24/9) kemarin.

Rumah sakit yang dirintis sejak 2015 oleh Muhidin, wali kota di masa itu, tentulah menjadi kebanggaan warga Kota Seribu Sungai dan diharapkan semakin melengkapi pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakatnya.

Seperti juga daerah-daerah lain di Kalsel, 12 kabupaten plus Kota Banjarbaru memiliki aset rumah sakit sendiri. Setelah sekian lama baru menyusul Kota Banjarmasin punya aset sendiri rumah sakit. Meskipun, di Kota Banjarmasin sudah ada dua rumah sakit besar, RSU Ulin dan RSU M Ansari. Namun status keduanya merupakan aset milik Pemprov Kalsel.

Bila warga di salah satu kabupaten menderita sakit cukup berat, tidak bisa ditangani RSU daerahnya, maka dirujuk ke RSU Ulin. Memang, hanya Pemko Banjarmasin yang tidak memiliki rumah sakit. Jadi, Muhidin ingin pemko juga punya. Rumah sakitnya, berada di bawah pemko. Bila warga Kota Banjarmasin sakit, perlu rujukan dari puskesmas yang bertebaran di lima kecamatannya, langsung ke RSU Sultan Suriansyah.

Administrasi satu atap, karena puksesmas berada di bawah pemko dan RSU juga di bawah pemko, setidaknya diharapkan bisa dikelola dengan baik. Tidak perlu repot-repot lagi lagi, semisal tagihan dari pihak luar ke pemko. Sekali lagi, harapannya demikian. Bagaimana perjalanan nanti, apakah benar-benar tidak repot atau justru malah amburadul pengelolaannya? Tinggal waktu yang menjawab.

Lalu, kenapa dirintis Wali Kota Muhidin sejak 2015, operasional RSU Sultan Suriansyah baru berhasil akhir-akhir ini? Persoalan yang menyertai, memang sangat banyak. Lahannya milik pemko, tapi rupanya telah sangat lama dimanfaatkan warga untuk mendirikan rumah dan tinggal di situ. Karenanya, cukup memakan waktu untuk bisa mengambil alih lahan tersebut, guna keperluan mendirikan RSU Sultan Suriansyah.

Belum lagi, dana membangun gedung rumah sakitnya. Sedangkan anggaran pemko, terbatas. Kesulitan pula, meminta bantuan pemerintah pusat. Karena itu, dibangun tahap demi tahap.

Pada Maret 2015, mulai pemancangan tiang. Lalu, 2016, satu gedung berhasil didirikan. Sehingga, rintisan Muhidin, dilanjutkan Wali Kota Ibnu Sina. Termasuk pengadaan tenaga medisnya, dokter, perawat dan lain-lain, juga dengan cara yang sama.

Kini, RSU Sultan Suriansyah dengan segala keterbatasannya yang baru beroperasi, mulai membuka pelayanannya. Tak hanya meneima pasien berobat jalan tapi juga opname rawat inap. Hanya, masih tetap ada yang perlu ditambah lagi, sehingga benar-benar sempurna, serta nyaman bagi masyarakat yang datang untuk berobat ataupun dirawat. Karena itu, rintisan jangan terhenti. Harus berlanjut demi mewujudkan fasilitas dan pelayanan yang prima bagi masyarakatnya. Semoga. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved