Berita Banjarbaru

Beri Insetif Bagi Pemuka Agama yang Tergabung di Kesbangpol, Ini Penjelasan Pemko Banjarbaru

Pemko Banjarbaru memberikan insentif kepada tokoh agama di Banjarbaru. Tujuannya peranan tokoh agama ini diperlukan guna menjaga keharmonisan

Beri Insetif Bagi Pemuka Agama yang Tergabung di Kesbangpol, Ini Penjelasan Pemko Banjarbaru
BANJARMASINPOST.co.id/nia kurniawan
Bangunan paling ikonik di Banjarbaru, Balaikota Pemko Banjarbaru. Foto diambil Selasa (2/1/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemko Banjarbaru memberikan insentif kepada tokoh agama di Banjarbaru. Tujuannya peranan tokoh agama ini diperlukan guna menjaga keharmonisan antar umat beragama di Banjarbaru, agar dapat mengetahui dan menyelesaikan permasalahan agama yang muncul di masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru H Said Abdullah mengatakan ada honor nya itu. Tapi, hanya untuk para pemuka agama yang masuk di forum Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banjarbaru.

Forum yang dia maksud yakni, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Banjarbaru. Di mana, pengurusannya sebagian besar merupakan tokoh agama dan perwakilan dari organisasi keagamaan.

Baca: Mantan Sekretaris Bappeda Tabalong Dieksekusi karena Kasus Korupsi Rp 1,1 Miliar

Baca: Atasi Karhutla di Kalsel, Irwasum Polri Tengok Irigasi yang Dijebol di Cindai Aulus Kabupaten Banjar

Baca: Link Live Streaming Chelsea VS Grimsby Town via TV Online Mola TV Carabao Cup Malam Ini

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesbangpol Banjarbaru Yurlani menyampaikan, kepengurusan FKUB Banjarbaru diisi oleh 18 orang. Dengan jabatan, mulai dari ketua, wakil ketua (dua orang), sekretaris, wakil sekretaris, bendahara dan anggota (12 orang). "Masing-masing jabatan di pengurusan itu honor per bulan mereka berbeda-beda," lontarnya .

Dirincikannya, untuk jabatan ketua mendapatkan honor paling tinggi dari yang lainnya, Rp200 ribu per bulan. Sedangkan, wakil ketua, Rp175 ribu, Sekretaris, Rp150 ribu dan wakil sekretaris; Rp125 ribu.

Kemudian, bendahara dan anggota masing-masing dapat insentif Rp100 ribu.

"Honor segitu. Saya rasa mereka kerja ikhlas. Sebab, uang Rp200 ribu dan Rp100 ribu tak sebanding dengan usaha mereka menjaga keharmomisan antar umat beragama," runutnya.

Maka dari itu, dia mengungkapkan, Badan Kesbangpol Banjarbaru berupaya ke depannya honor para pemuka agama ditambah. "Selain itu, kami juga ingin anggota FKUB ditambah sampai ke kecamatan-kecamatan," ungkapnya.

Anggaran kegiatan peningkatan toleransi antar umat beragama untuk FKUB sendiri selama ini memang sangat kecil; setahun hanya Rp113 juta.

"Dana segitu digunakan untuk honor anggota dan menggelar rapat enam kali selama satu tahun. Sejak ada Kesbangpol dana untuk itu memang kecil," ujar Yurlani. (banjarmasinpost.co.id/Lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved